Gempa Situbondo, Ternyata Penyebabnya Belum Diketahui dan Dipetakan

Kompas.com - 12/10/2018, 10:28 WIB
Ilustrasi gempa. ShutterstockIlustrasi gempa.

"Kalau hanya (magnitudo) 6 saja, tidak (menyebabkan tsunami)," sambungnya.

Baca juga: Gempa Palu, Bagaimana Ban Bekas Bisa Menghentikan Gedung Runtuh?

Dengan kata lain, tsunami pada mekanisme sesar naik hanya akan terjadi jika kekuatan atau magnitudonya besar.

"Tapi yang jadi masalah, di situ tidak ada histori gempa besar," Daryono menerangkan.

"Di situ itu daerah namanya low seismicity atau seismisitas rendah. Jadi, memang kegempaannya rendah di situ," tambahnya.

Rangkaian Gempa?

Gempa di Situbondo dini hari tadi juga menimbulkan pertanyaan dalam benak banyak orang, apakah guncangan tersebut merupakan satu rangkaian dengan gempa Lombok dan Donggala?

"Kalau rangkaian kejadian iya, tapi tidak saling berhubungan," Daryono menegaskan.

"Jadi, rangkaian itu berurutan secara waktu. Tapi secara mekanisme tidak (berhubungan)," imbuhnya.

Pria kelahiran Semarang itu juga menjelaskan bahwa gempa Situbondo tidak dipicu oleh gempa Donggala maupun Lombok.

"Karena masing-masing sumber itu memiliki akumulasi tegangan sendiri, memiliki fase matang sendiri, dan memiliki waktu untuk rilis sendiri," ujarnya.

"Jadi, saking banyaknya sumber gempa di Indonesia itu ya kadang saat rilis energi gempa ada yang bersamaan atau hampir bebarengan. Tapi itu bukan berarti saling picu atau saling merambat," Daryono menegaskan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X