Kompas.com - 11/10/2018, 20:33 WIB

Pada masa tersebut, kanker masih sebuah teka-teki besar. Tapi satu hal yang mereka ketahui, sel kanker memiliki sifat seperti sel getah bening dan sel sumsum tulang yaitu berkembang biak dengan sangat cepat.

Dari temuan tersebut, para ilmuwan mulai berpikir: apakah gas mustar nitrogen dosis rendah mungkin bisa mengobati kanker.

Pemikiran tersebut melahirkan kemoterapi yang kita kenal saat ini.

1940, perawatan awal menggunakan cara ini adalah seorang pengidap kanker limfoma. Saat itu pasien diobati dengan siklofosfamid, bagian aktif dari mustar nitrogen.

Hasilnya, tumor pasien tersebut menyusut. Ini menjadi kabar gembira dalam dunia kedokteran.

Pengunaan mustar nitrogen untuk kanker limfoma mendadak populer di Amerika Serikat pada 1946. Kepopuleran ini mengikuti publikasi artikel ilmiah di negara tersebut.

Sayangnya, perawatan ini dihentikan tak berselang lama karena terjadi efek samping yang mengancam jiwa pasien.

Kegagalan ini membuat para ilmuwan terus bekerja mencari alternatif baru. Pada 1948, Sidney Farber dari Harvard Medical School menemukan alternatif baru yaitu aminopterin.

Aminopterin sendiri merupakan senyawa yang terkait dengan vitamin asam folat. Senyawa ini menghasilkan remisi pada anak-anak leukimia akut.

Aminopterin memblokir reaksi kimia kritis yang diperlukan untuk replikasi DNA. Obat itu menjadi pendahulu methotrexate, obat pengobatan kanker yang biasa digunakan sekarang.

Baca juga: Pengidap Kanker Payudara dan Paru-paru Tak Perlu Kemoterapi, Asal...

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.