Soal Surat Einstein tentang Agama dan Tuhan, Kepala Lapan Berkomentar

Kompas.com - 09/10/2018, 11:33 WIB
Albert Einstein. BBCAlbert Einstein.

KOMPAS.com - Sebuah surat tentang agama dan Tuhan milik Albert Einstein yang baru saja dilelang memicu beragam komentar. Lagi-lagi perkaranya adalah perdebatan tentang sains dan Tuhan.

Terkait surat yang ditujukan untuk filsuf Yahudi Eric Gutkind itu, Kompas.com meminta pendapat dari Thomas Djamaluddin, ilmuwan, agamawan, dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Menurut Thomas, agama dan sains ada bedanya walaupun bisa diintegrasikan.

"Dasar agama adalah keyakinan akan kebenaran mutlak Tuhan. Sementara dasar dari sains adalah keraguan yang perlu dibuktikan dengan pengamatan, eksperimen, atau teori," kata Thomas melalui sambungan telepon, Senin (08/10/2018).

Baca juga: Einstein Terbukti Benar, Teori Relativitas Umum Bekerja di Galaksi Lain

"Hubungan antara agama dan sains pada ranah interpretasi manusia yang dipengaruhi oleh beragam pengalaman, wawasan, dan keterbukaan pribadinya," imbuhnya.

Thomas menyebut, baik agama maupun sains harus diinterpretasikan lebih dahulu agar bisa diintegrasikan. Nantinya, integrasi tersebut bisa menjadi tiga hasil.

"Hasilnya, pertama bisa saling berhubungan sehingga dianggap saling memperkuat. Kedua saling bertentangan sehingga tidak selayaknya bersanding. Atau ketiga dalam kondisi netral, dianggap tidak saling mempengaruhi," tutur Thomas.

"Saya pribadi tergolong kelompok pertama. Einstein termasuk adalah kelompok kedua. Sebagian besar tergolong kelompok 3," tutupnya.

Baca juga: Dijual Rp 22 Miliar, Inilah Isi Surat Einstein tentang Agama dan Tuhan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X