Oktober Telah Tiba, tetapi Mengapa Hujan Belum Juga Datang di Jakarta? - Kompas.com

Oktober Telah Tiba, tetapi Mengapa Hujan Belum Juga Datang di Jakarta?

Kompas.com - 08/10/2018, 16:30 WIB
ilustrasi hujan lebatWavebreakmedia Ltd ilustrasi hujan lebat

KOMPAS.com – Di pelajaran geografi, guru selalu mengatakan bahwa musim hujan berlangsung dari Oktober sampai April. Sekarang sudah memasuki pertengahan Oktober tetap mengapa hujan belum juga tiba di Jakarta?

Kepala Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Djatmiko, mengatakan bahwa hujan memang belum menyapa Jakarta tetapi menyanggah bahwa Indonesia masih berada pada musim kemarau.

“Untuk di Jakarta memang belum hujan, tapi beberapa daerah seperti Aceh sudah hujan,” katanya. Dihubungi Kompas.com pada Senin (8/10/2018), dia mengatakan bahwa untuk Jakarta, "hujan sedikit terlambat".

Kondisi yang terjadi saat ini menurutnya masih dapat dikatakan normal karena memang untuk wilayah pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan akan hadir tiga bulan terakhir pada tahun 2018.

“Kami sudah prediksikan awal musim hujan itu antara Oktober, November, dan Desember. Secara bertahap di bulan Oktober sudah ada pembentukan dan pertumbuhan awan hujan, hanya saja belum merata," jelasnya.

Baca juga: Para Kaisar Romawi Kuno Dibunuh Mungkin gara-gara Hujan, Kok Bisa?

"Untuk wilayah Jakarta itu awal musim penghujan itu November. Terus di Oktober ini apa? Di Oktober ini lebih banyak pembentukan dan pertumbuhan awan hujan yang belum merata,” imbuhnya.

Hary menuturkan, pancaroba telah berlangsung pada bulan September. Untuk sekarang, pengumpulan awan hujan memungkinkan terjadinya hujan disertai kilat dan petir walaupun masih belum sering.

Untuk wilayah yang belum mendapatkan hujan, ia menghimbau untuk bersabar karena dipastikan hujan tetap akan datang. Namun demikian, ia tidak memungkiri bahwa tahun ini kemarau lebih kering dibanding dua tahun terakhir.

“Untuk pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, 2018 ini periode kemarau lebih kering dibanding tahun 2017 dan 2016. Tapi tidak separah tahun 2015,” katanya. Tahun 2015, El Nino memicu kemarau panjang hingga Desember.

Untuk kasus tahun ini, Hary menegaskan sejauh ini El Nino masih dalam kategori normal dan lemah. Artinya, fenomena itu belum bisa memberi pengaruh yang signifikan dalam mengubah curah hujan di Indonesia.

Khusus wilayah Jakarta, ia memperkirakan bahwa hujan akan lebih dulu mengguyur daerah selatan. “Biasanya kalau mau masuk musim hujan itu wilayah selatan seperti Depok, dan wilayah Jakarta Selatan itu yang akan kena hujan duluan,” pungkasnya.

Baca juga: Kenapa Jalan Lebih Mudah Berlubang Saat Musim Hujan? Ini Penjelasannya



Close Ads X