Toilet Terbatas, Pengungsi Palu Terancam Wabah Penyakit

Kompas.com - 04/10/2018, 11:26 WIB
Anak-anak dan orang tua memanfaatkan air yang disediakan pemerintah di sejumlah titik pengungsian yang ada di Palu dan Donggala. Kementerian PUPRAnak-anak dan orang tua memanfaatkan air yang disediakan pemerintah di sejumlah titik pengungsian yang ada di Palu dan Donggala.

Pembuangan limbah mandi (grey water) dan kakus (black water), kata dia, harus terpisah dan tak menciptakan genangan. Katharina menyebut pengelola pengungsian harus memiliki bak khusus, baik septic tank atau biofil.

"Kalau tidak ada pengolahan, akan menggenang. Akibatnya, muncul bau yang mengundang hewan seperti insekta atau tikus."

"Lalat bisa terbang ke dapur dan kebanyakan, kalau sudah begitu, bisa muncul wabah," ucapnya.

Baca juga: Dokter Bedah dan Tenaga Sanitasi Sangat Diperlukan Pasca-gempa di Sulteng

Namun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan telah menangani sanitasi pengungsian Palu, meski kini masih lebih mengutamakan evakuasi korban meninggal dari ruang terbuka.

Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra Atmawidjaja, menilai jasad korban bisa lebih berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, dibandingkan ekses terbatasnya fasilitas MCK.

"Kalau penganan jasad lambat atau tidak segera dikubur, itu bisa jadi bibit penyakit. Ini lebih berbahaya dibandingkan buangan manusia."

"Soal kakus, kita bisa kembali ke pola paling tradisional kalau darurat, misalnya di tanah kosong. Kalau soal mayat tidak bisa karena wabahnya bisa lebih cepat menular," kata Endra.

Kementerian PUPR awal pekan ini mengirim 50 toilet portabel, 15 di antaranya telah tiba di Palu. Sekitar 60.000 pengungsi di daerah itu diklaim setidaknya membutuhkan 150 toilet berpindah.

Endra berkata, PUPR berharap lembaga kemanusiaan dan korporasi dapat menyediakan 100 toilet portabel ke Palu. Meski menurut hitungan Katharina, seharusnya tersedia 1.200 toilet darurat.

Artinya, satu toilet itu digunakan maksimal untuk lima kepala keluarga, yang setidaknya terdiri dari lima orang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X