Ratna Sarumpaet Akui Bohong soal Oplas, Bagaimana Kita Harus Bersikap?

Kompas.com - 03/10/2018, 16:42 WIB
Kedatangan Ratna Sampuaet, salah satu tokoh Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (16/9/2018) mendapatkan penolakan dari sejumlah warga Batam. KOMPAS.COM/ HADI MAULANAKedatangan Ratna Sampuaet, salah satu tokoh Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (16/9/2018) mendapatkan penolakan dari sejumlah warga Batam.

KOMPAS.com - Setelah sempat menimbulkan polemik, Ratna Sarumpaet akhirnya telah mengakui bahwa dia berbohong soal lebam di wajahnya. Ratna rupanya tidak dianiaya, melainkan telah menjalani prosedur operasi plastik di salah satu rumah sakit bedah di Jakarta Pusat.

Padahal, polisi telah melakukan pengecekan ke sejumlah rumah sakit di sekitar lokasi dan telah memintai keterangan otoritas bandara.

Lalu, bagaimana kita harus bersikap terhadap kebohongan ini?

Menurut dr Teddy OHP, SpBP, dokter spesialis bedah plastik, jika memang yang terjadi adalah prosedur operasi seharusnya yang bersangkutan perlu melakukan klarifikasi.

"Jadi tanggung jawabnya ada pada yang bersangkutan," ujar Teddy kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (03/10/2018).

Baca juga: Setelah Jalani 50 Operasi Plastik, Kini Alves Kesulitan Bernapas

"Bahwa dia tidak mau bilang (bengkak) karena tindakan atau prosedur medis, tapi dia menyampaikan dengan secara berbeda sebenarnya adalah hak yang bersangkutan," sambung Teddy.

Meski begitu, Teddy mengingatkan bahwa ada kepentingan publik yang perlu dilihat dalam hal ini.

"Tinggal masalahnya, publik merasa dirugikan nggak dengan statement yang bersangkutan," tegas Teddy.

Dokter bedah plastik dan rekonstruksi ini mencontohkan seseorang yang melakukan prosedur operasi plastik lalu bengkak (bagian yang dioperasi) yang justru mengatakan sedang latihan tinju.

"(Jika) publik tidak merasa dirugikan, kan fine ya?" tutur Teddy.

"Tapi kalau publik merasa dirugikan, tinggal tanggung jawabnya ada pada yang bersangkutan. Apakah dia mengambil peluang untuk memperbaiki ketika ada statement yang mengganggu publik?," tambahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X