Setelah Jalani 50 Operasi Plastik, Kini Alves Kesulitan Bernapas

Kompas.com - 20/02/2017, 19:05 WIB
Rodrigo Alves, pria yang terobsesi menjadikan dirinya serupa dengan tokoh boneka Ken, kekasih boneka Barbie. Rodrigo Alves, pria yang terobsesi menjadikan dirinya serupa dengan tokoh boneka Ken, kekasih boneka Barbie.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Dalam penampilannya baru-baru ini dalam sebuah acara talk show di TV Inggris, This Morning, Rodrigo Alves alias Manusia Boneka Ken, buka-bukaan mengenai komplikasi yang dialaminya akibat terlalu banyak melakukan operasi plastik.

Alves selama ini dikenal publik sebagai pria yang terobsesi menjadikan dirinya serupa dengan tokoh boneka Ken, kekasih boneka Barbie. Setelah delapan kali operasi hidung, katanya, dia mulai mengalami kesulitan bernapas.

"Juli tahun lalu, saya telah melakukan operasi rekonstruksi hidung dengan sepotong tulang rawan dari tulang rusuk saya," katanya kepada pembawa acara Eamonn Holmes dan Ruth Langsford. "Itu membantu, tapi aku masih tidak bisa bernapas 100 persen."

Secara total, Alves telah mengalami lebih dari 50 prosedur rekonstruksi, termasuk enam paket implan untuk wajah dan rambutnya. Alves juga pernah melakukan tiga kali operasi hanya dalam waktu satu hari.

Untuk operasi-operasi itu, dia mengeluarkan uang hampir $500.000 (sekitar 6,7 miliar rupiah). Alves bilang dia mampu membayar berkat warisan yang ia terima dari kakek-neneknya.

Dan sekarang dia harus melakukan operasi lagi supaya bisa bernapas dengan mudah.

Bahkan, katanya, Alves tidak bisa menikmati makanan padat, karena jika dia melakukannya akan ada jahitan di wajahnya yang lepas.

Rodrigo Alves telah mengalami lebih dari 50 prosedur rekonstruksi, termasuk enam paket implan untuk wajah dan rambutnya. Namun, setelah 8 kali operasi hidung, Alvez mulai kesulitan bernapas.

Menurut Alves, meski dia ingin namun dia tidak bisa berhenti melakukan operasi. Ketika ditanya mengapa dia tidak berhenti saja karena kesehatannya sudah demikian terganggu, Alves menjawab bahwa operasi yang dia lakukan memiliki semacam "efek domino."

"Sekarang saya tidak bisa bernapas, jadi saya harus melakukan operasi lagi untuk memperbaiki pernapasan saya," jelasnya.

Pada 2015, Alves didiagnosis menderita gangguan dismorfik tubuh (body dysmorphic disorder atau BDD). BDD adalah gangguan mental di mana seseorang menjadi terobsesi dengan "kelemahan" yang dirasakan dalam penampilannya.

Alves saat ini menerima terapi pengobatan untuk menyembuhkan gangguan dismorfiknya, tapi tetap saja dia tidak berhenti menjalani prosedur operasi plastik sejak didiagnosis.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X