Kompas.com - 27/09/2018, 20:00 WIB
Lubang hitam masih menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang newsweekLubang hitam masih menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang

KOMPAS.com - Lubang hitam masih menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini. Namun seiring waktu, sedikit demi sedikit teka-teki seputar lubang hitam ini terjawab.

Ilmuwan dari University of Leicester mendapati jika lubang hitam dapat menarik objek atau materi ke dalamnya dengan kecepatan sepertiga kecepatan cahaya.

UPDATE: Baca juga: Setelah 2,5 Abad, Gambar Lubang Hitam Pertama Terungkap. Ini Fotonya...

Penelitian yang diterbitkan dalam Monthly of the Royal Astronomical Society, pada awal September lalu, mengungkapkan pengalaman tim ilmuwan menyaksikan bagaimana massa jatuh langsung ke lubang hitam pada kecepatan tersebut.

"Kami melihat semuanya, dan kami mampu mengukur jumlah materi yang jatuh dengan ukuran sekitar massa Bumi," kata Ken Pounds, peneliti di University of Leicester.

Baca juga: Bukti Keberadaan Lubang Hitam Langka Ini Selesaikan Perdebatan Ahli

Pounds mengamati momen tersebut menggunakan metode astronomi X-ray, yang menggunakan sinar-X untuk mengamati dan mendeteksi objek di ruang angkasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hampir setiap galaksi memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya, termasuk galaksi kita, Bima Sakti.

Dengan menggunakan observatorium sinar-X XM-Newton Badan Antariksa Eropa, tim melihat lubang hitam superbesar yang memiliki ukuran 40 juta kali massa Matahari. Lubang hitam ini terletak di pusat galaksi PG211+143 yang berjarak sekitar 1 miliar tahun cahaya.

Saat materi tersedot ke lubang hitam, materi akan mengorbit pada lubang hitam sampai akhirnya perlahan-lahan benar-benar masuk lubang hitam.

Materi yang terisap lubang hitam akan makin panas karena kecepatannya, sehingga menjadi lebih bercahaya juga. Inilah cara para peneliti mendeteksi massa yang jatuh.

Baca juga: Apa yang Terjadi jika Bumi Kita Dilahap Lubang Hitam Raksasa?

"Ketika materi mendekati lubang hitam, materi akan memanas ke suhu di mana cahaya utama yang berasal dari materi itu adalah sinar-x," jelas Pounds.

"Materi tersebut amat panas, sekitar 10 juta atau 20 juta derajat. Ini mengapa pengamatan harus dilakukan menggunakan observatorium sinar-x," tambahnya.

Para astronom yang melakukan pengamatan juga menemukan jika materi yang tersedot lubang hitam jatuh dengan kecepatan 30 persen kecepatan cahaya atau sekitar 100.000 kilometer/detik sebelum akhirnya benar-benar tertelan lubang hitam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.