Kompas.com - 14/09/2018, 18:00 WIB
Foto utuh Stasiun Luar Angkasa Internasional saat berada di orbit bumi di atas Laut Kaspia. Di dalam inilah para awak Ekpedisi 35 berada untuk melakukan penelitian luar angkasa. Foto utuh Stasiun Luar Angkasa Internasional saat berada di orbit bumi di atas Laut Kaspia. Di dalam inilah para awak Ekpedisi 35 berada untuk melakukan penelitian luar angkasa.

KOMPAS.com - Akhir Agustus stasiun luar angkasa internasional (ISS) menemukan kebocoran di modul Soyuz milik Rusia. Lubang sebesar dua milimeter itu segera ditambal dengan plester dan lapisan resin. Sayang, penyebabnya masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.

Seiring dengan itu, muncul berbagai rumor terkait kebocoran ISS. Ada yang menduga disebabkan oleh objek eksternal berupa meteroit mikro, cacat produksi, hingga sabotase.

Semuanya belum dipastikan, bahkan NASA dan badan antariksa Rusia Roscosmos memilih bungkam dan tidak mau berkomentar.

NASA yang diwakili administator Jim Bridenstine dan Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin sepakat untuk menunda memberi penjelasan sampai penyelidikan yang dipimpin Roscosmos selesai. Hal tersebut diungkap lewat pernyataan yang tersebar Kamis (13/9/2018).

Baca juga: Stasiun Luar Angkasa Internasional Sempat Alami Kebocoran Udara

Agensi badan luar angkasa selain NASA dan ROscosmos juga bersedia membantu memecahkan misteri kebocoran ISS, termasuk Badan Antariksa Eropa (ESA).

"Semua mitra Stasiun Luar Angkasa Internasional, termasuk ESA, sepenuhnya mendukung upaya yang sedang dilakukan oleh komisi Roscosmos," kata para agensi dalam pernyataannya, dilansir Newsweek, Kamis (13/9/2018).

Rogozin sebelumnya mengatakan kebocoran mungkin disebabkan oleh meteroit mikro. Namun tak lama setelah itu ia menduga kebocoran disebabkan oleh pengeboran.

"Kami ingin segera mengungkap siapa pelakunya," kata Rogozin kepada RIA Novosti, sebuah kantor berita Rusia.

Seperti diberitakan Space.com, Rogozin juga akan menyelidiki apakah pelaku pengeboran berada di Bumi atau di ruang angkasa.

Dalam laporan Ars Technica, Selasa (12/9/2018), kebocoran muncul setelah seorang awak mengevakuasi astronot yang sakit.

Rumor yang menyebut kebocoran ini adalah salah astronot membuat komandan Ekspedisi 56 Drew Feustel yang ada di ISS gusar.

"Saya benar-benar bisa memastikan awak tidak ada hubungannya dengan masalah ini," katanya kepada ABC News.

"Saya rasa hal ini sangat memalukan bahwa ada orang yang membuang-buang waktu untuk menyalahkan kru kami".

Baca juga: Rusia Sebut Ada Kemungkinan Sabotase Pada Kebocoran di ISS

Meski kebocoran ISS hanya selebar dua milimeter, tapi dampaknya sangat besar untuk seluruh program ruang angkasa. Salah satunya mengakibatkan hilangnya sedikit tekanan udara.



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

Kita
Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X