Rusia Sebut Ada Kemungkinan Sabotase Pada Kebocoran di ISS - Kompas.com

Rusia Sebut Ada Kemungkinan Sabotase Pada Kebocoran di ISS

Kompas.com - 07/09/2018, 18:34 WIB
Foto utuh Stasiun Luar Angkasa Internasional saat berada di orbit bumi di atas Laut Kaspia. Di dalam inilah para awak Ekpedisi 35 berada untuk melakukan penelitian luar angkasa. Foto utuh Stasiun Luar Angkasa Internasional saat berada di orbit bumi di atas Laut Kaspia. Di dalam inilah para awak Ekpedisi 35 berada untuk melakukan penelitian luar angkasa.

KOMPAS.com - Minggu lalu, anggota awak stasiun luar angkasa internasional ( ISS) menemukan lubang kebocoran di modul Soyuz milik Rusia. Mereka kemudian, dengan cepat, menutupnya dengan plester dan lapisan resin.

Meski dinyatakan tidak mengancam keselamatan jiwa, lubang kecil ini sempat mengakibatkan hilangnya sedikit tekanan udara.

Para pejabat Rusia mengatakan ada kemungkinan rencana sabotase dan seseorang mungkin telah dengan sengaja membuat lubang untuk menyabotase modul.

Hasil penyelidikan akan diumumkan dalam minggu-minggu mendatang.

Kepala Badan Antariksa Rusia Dmitry Rogozin mengatakan pada Senin (3/9) malam bahwa ada "beberapa upaya pengeboran."

Dia mengatakan pengeboran itu tampaknya dilakukan oleh "tangan yang gemetar".

Rogozin mempertanyakan, "(Apakah lubang itu terjadi karena) cacat produksi atau beberapa tindakan terencana... kami memeriksa versi bumi,"

"Tapi ada versi lain yang kami tidak mengesampingkan: Gangguan yang disengaja di ruang angkasa," sambungnya.

Mengebor Lubang yang Salah

Sejumlah orang yang bekerja di industri ruang angkasa Rusia bersikap skeptis terhadap kemungkinan adanya usaha pengeboran di ruang angkasa.

Alexander Zheleznyakov, mantan insinyur industri luar angkasa, mengatakan kepada kantor berita Rusia TASS bahwa dia tidak yakin kalau seorang awak akan melakukan tindakan seperti itu.

Baca juga: Stasiun Luar Angkasa Internasional Sempat Alami Kebocoran Udara

"Dari apa yang saya lihat di foto, itu pasti dilakukan di bumi. Lubang itu terletak di tempat yang sangat sulit untuk dicapai. (Melakukan) pengeboran di ruang yang tanpa gravitasi tidak lah mudah," kata Zhelenznyakov.

"Kemungkinan besar, seorang pekerja mengebor lubang yang salah dan kemudian menambalnya dan kemudian tidak memberitahu siapa pun, atau orang-orang yang dia beritahu lebih memilih diam," imbuhnya.

Pada 30 Agustus 2018, Soyuz melaporkan jatuhnya tekanan atmosfer di dalam ISS. Para kru memeriksa kompartemen stasiun pesawat ruang angkasa satu demi satu lalu menemukan lubang sebesar dua milimeter di lambung pesawat ruang angkasa Soyuz MS-09.

Di malam hari yang sama lubang ini ditambal dengan beberapa lapisan resin epoxy. Tekanan udara di papan ISS kembali normal.

Hari berikutnya, kru kembali memperkuat tambalan itu.



Close Ads X