Kompas.com - 10/09/2018, 21:05 WIB
Sampah plastik di lautan. Ilmuwan menyatakan bahwa 99 persen plastik m ikroskopik di lautan hilang, kemungkinan dimakan hewan. National GeographicSampah plastik di lautan. Ilmuwan menyatakan bahwa 99 persen plastik m ikroskopik di lautan hilang, kemungkinan dimakan hewan.

KOMPAS.com - Para pakar sedang menarik rangkaian pelampung sepanjang 600 meter dari San Francisco ke arah tengah Lautan Pasifik.

Rangkaian pelampung itu diciptakan untuk mengumpulkan sampah plastik yang membentuk kawasan terapung yang luasnya hampir dua kali pulau Kalimantan.

Pelampung itu rencananya akan ditempatkan dekat apa yang disebut Great Pacific Garbage Patch atau Pulau Sampah Besar di Lautan Pasifik.

Sistem pengumpulan sampah plastik itu diciptakan oleh organisasi bernama The Ocean Cleanup, yang didirikan oleh Boyan Slat, pemuda Belanda berumur 24 tahun.

Menurut Slat, organisasinya telah menemukan sampah plastik yang telah terapung di laut sejak tahun 1960 dan 1970-an.

Pelampung sepanjang 600 meter itu dipasang dalam bentuk huruf U dan akan mengurung sampah-sampah plastik yang kemudian diambil oleh kapal-kapal khusus tiap beberapa bulan untuk dibawa ke darat dan didaur-ulang.

Pelampung penangkap sampah plastik itu dilengkapi dengan lampu bertenaga surya, kamera, sensor dan antena satelit, sehingga bisa diketahui keberadaannya setiap waktu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

The Ocean Cleanup mendapat sumbangan 30 juta dollar atau setara dengan 445 miliar rupiah dari berbagai perusahaan. Dana tersebut diperuntukkan memasang sekitar 60 pelampung seperti itu di Lautan Pasifik menjelang tahun 2020.

"Salah satu tujuannya adalah menghilangkan 50 persen sampah plastik terapung yang sudah terkumpul sampai saat ini di Great Pacific Garbage Patch itu dalam lima tahun ke depan," kata Slat lagi.

Baca juga: Ribuan Sampah plastik Ada di Titik Terdalam Lautan, Ini Artinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.