Mengenal Bidan Asri, Pahlawan KB dari Desa Sambigede

Kompas.com - 06/09/2018, 17:07 WIB
Bidan Asri Dewi Wahyuningtyas, berfoto bersama para warga setelah melakukan penyuluhan soal pentingnya KB terhadap warga di desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Malang Rabu (05/09/2018) Bidan Asri Dewi Wahyuningtyas, berfoto bersama para warga setelah melakukan penyuluhan soal pentingnya KB terhadap warga di desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Malang Rabu (05/09/2018)

MALANG, KOMPAS.com – Di wilayah perkotaan, program keluarga berencana tampaknya sudah disadari oleh banyak keluarga. Namun lain halnya di wilayah pedesaan. Seperti yang diungkapkan Bidan Asri Dewi Wahyuningtyas, kesadaran untuk program keluarga berencana (KB) bahkan hingga tahun 2007 masih kurang.

“Pada tahun 2007, awal-awal saya dinas di sini, banyak kasus kehamilan hingga anak ketujuh bahkan sampai 13. Malahan ada kelahiran yang hanya ditolong oleh suaminya sendirian,” ungkap Bidan yang akrab disapa Asri ini saat ditemui oleh Kompas.com di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Malang, Rabu (05/09/2018).

Ia memulai karirnya sebagai bidan di desa Gondanglegi pada tahun 1993. Kemudian pada tahun 2007, ia mulai mengabdi di desa Sambigede dan mengampanyekan program perencaan keluarga.

Melihat kasus banyaknya keluarga yang tidak menggunakan KB di desa Sambigede, tentu saja Asri menemui banyak penolakan dalam penjajakan awal tentang pentingnya KB bagi keluarga. Penolakan tersebut didasari oleh masih kuatnya pandangan masyarakat tentang "Banyak anak sama dengan banyak rezeki".

Baca juga: Benarkah Program KB bisa Bikin Gemuk?

“Hambatannya, kita ketemu masyarakat yang masih pandangannya 'Banyak anak banyak rezeki'," ujar Asri yang menjadi narasumber pada kegiatan Program Duta Kontrasepsi Oral (Duta OC) yang diselenggarakan oleh PT Bayer Indonesia.

Dia melanjutkan, itu untuk penyuluhan KB tidak hanya ibunya saja, tapi juga suami. Tantangannya itu biasanya ibunya sudah mau, tapi suaminya melarang, akhirnya enggak ikut KB.

Untuk itu, demi suksesnya program keluarga berencana di wilayah tersebut dan sekitarnya, Asri melakukan pendekatan perlahan kepada ibu-ibu sekitar. Tidak jarang juga, Asri turut ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu desa Sambigede.

“Pertama kita harus kenal dekat dulu, kalau sudah kenal dekat, ibu ini baru mau cerita, baru mau diberikan KB. Tapi kalau kita ujug-ujug, itu belum tentu bisa diterima oleh mereka. Kita (harus) bisa mengenal lebih jauh dengan mereka,” jelas Asri.

Selama 11 tahun, Asri mengdedikasikan dirinya untuk mengedukasi dan mengajak para ibu untuk lebih mengenal manfaat dari perencanaan keluarga yang baik dan penggunaan alat kontrasepsi. Edukasi dilakukan melalui pertemuan dengan kader, melaksanakan kelas ibu hamil, acara keagamaan dan posyandu.

Tidak hanya itu, ia juga mengedukasi remaja-remaja di wilayah tersebut melalui sosialisasi ke sekolah dan pesantren. Hasilnya, hingga saat ini 6.481 ibu telah menggunakan alat kontrasepsi dan melakukan perencanaan di daerah tersebut.

Asri percaya bahwa keluarga yang memiliki anak dengan jumlah yang lebih sedikit turut serta berperan akan peningkatan ekonomi keluarganya. Hal ini ia buktikan dengan kondisi yang ada di tempat ia mengabdi di mana banyak ibu yang mengikuti program KB dapat membantu ekonomi keluarganya dengan berjualan atau berkarya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Fenomena
Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena
Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kita
Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Fenomena
Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Oh Begitu
Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Fenomena
Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Oh Begitu
Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Fenomena
Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Prof Cilik
Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Kita
Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oh Begitu
3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

Oh Begitu
Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Kita
Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X