Kompas.com - 06/09/2018, 10:34 WIB

KOMPAS.com – Banyak wanita, terutama di wilayah pedesaan menghindari program perencanaan keluarga atau Keluarga Berencana (KB). Salah satu alasannya adalah adanya asumsi bahwa melaksanakan KB dapat membuat tubuh menjadi gemuk.

Namun, benarkah asumsi tersebut?

Asri Dewi Wahyuningtyas, seorang bidan dari desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Malang mengatakan bawa anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

Menurut Asri, penggunaan alat perencanaan keluarga, bukan faktor utama yang dapat membuat tubuh menjadi gemuk.

“Sebenarnya kita tetap bisa mengontrol berat badan walaupun ikut KB. Karena yang bikin gemuk ya makan,"  ungkap Asri kepada Kompas.com pada Rabu (05/09/2018), di Malang.

"Jadi intinya memang ada efeknya ke sana. Tapi kalau kita bisa mengontrol minat kita untuk makan, terutama jajan,” sambungnya.

Namun demikian, dia tidak menangkis anggapan bahwa KB dapat meningkatkan nafsu makan.

Asri menggarisbawahi, KB yang dapat meningkatkan nafsu makan ialah jenis hormonal, di mana ini dapat meningkatkan nafsu makan.

“Sekarang kalau enggak pakai KB tapi pola makannya seperti itu (banyak) ya tetap gemuk," kata Asri.

"Tetap ada efek samping ke gemuknya, tapi itu kalau kita tidak mengontrol makanan. Jadi setelah KB jadi meningkatnya nafsu makan. Makan jadi enak,” tegasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.