Pernah ke Bulan, Frank Borman Mengaku Benci Luar Angkasa

Kompas.com - 05/09/2018, 17:02 WIB
Tim Apollo 8 yang menginjakkan kaki di bulan pada 1968. Dari kiri ke kanan, Jim Lovell, Bill Anders, dan Frank Borman Tim Apollo 8 yang menginjakkan kaki di bulan pada 1968. Dari kiri ke kanan, Jim Lovell, Bill Anders, dan Frank Borman


KOMPAS.com - Pergi ke bulan atau menjelajah luar angkasa mungkin adalah impian banyak orang. Namun, seorang astronot yang pernah menginjakkan kaki di Bulan dalam misi Apollo 8 justru punya pandangan berbeda tentang perjalanannya.

Frank Borman adalah satu dari tiga astronot yang pergi ke bulan pada 1968. Bisa dikatakan, tim yang tergabung dalam misi Apollo 8 adalah kelompok manusia pertama yang meninggalkan orbit Bumi dan menjelajah sisi jauh Bulan yang misterius.

Jika kita memandangnya sebagai sebuah pencapaian yang mengagumkan, Borman justru mengaku tidak tertarik dengan perjalanannya ke luar angkasa.

Dalam sebuah wawancara dengan This American Life, pria yang kini berusia 90 tahun itu memandang misi Apollo 8 sama saja seperti misi lain yang bertujuan mengalahkan Uni Soviet untuk bisa mencapai Bulan lebih dahulu.

Baca juga: Astronot ESA: Misi NASA ke Bulan, Langkah Penting Eksplorasi Semesta

"Saya ada di sana (Bulan) karena itu Perang Dingin. Saya berpartisipasi dalam petualangan Amerika mengalahkan Uni Soviet. Ya, itu adalah satu-satunya hal yang memotivasi saya untuk mengalahkan Rusia (dengan pergi ke Bulan)," ujarnya dalam sesi wawancara seperti dilansir IFL Science, Senin (3/9/2018).

Borman mengaku sama sekali tidak tertarik dengan ruang angkasa dan sama sekali tidak tersentuh saat melakukan perjalanan tersebut.

Ia berkata, pengalaman kehilangan bobot mungkin hanya menarik selama 30 detik pertama, setelah itu semuanya sama saja.

"Mungkin saya adalah astronot terburuk yang pergi ke Bulan," ujarnya.

Borman masih ingat pemandangan pertama saat ia dan timnya menginjakkan kaki di bulan. Baginya, pemandangan yang dilihatnya jauh dari indah dan tidak seperti dalam bayangannya.

"Semuanya rusak. Hanya ada kawah meteor dan tidak ada warna selain abu-abu," kenangnya.

Baginya, satu-satunya hal menarik dalam perjalanan ke bulan adalah dapat melihat bentuk Bumi secara utuh dari atas cakrawala Bulan. Pemandangan ini pun diabadikan oleh rekan astronot Borman, Willian Bill Anders dalam sebuah foto.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X