Kompas.com - 31/08/2018, 11:29 WIB

KOMPAS.com - Setelah menikah, salah satu harapan suami istri adalah segera mendapat momongan. Namun ada kalanya hal ini tidak berjalan sesuai rencana, salah satunya karena pasangan atau salah satu dari pasangan mengalami infertilitas, yakni ketidakmampuan dalam memiliki keturunan.

Sayangnya, wanita sebagai pihak yang mengandung lebih sering disalahkan saat tidak bisa memberikan keturunan.

Padahal faktanya, masalah kesuburan melibatkan kedua belah pihak dan infertilitas juga dapat dialami oleh pria atau justru keduanya.

Menurut data Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (Perfitri) tahun 2017, pria yang mengalami infertilitas ada 1.712 orang, sedangkan wanita 2.055 orang.

Baca juga: Kok Bisa Antibodi Istri Sebabkan Infertilitas Tak Terjelaskan?

Meski infertilitas lebih banyak dialami wanita, tapi data tersebut menunjukkan pria juga berpeluang besar dalam ketidakmampuan memiliki keturunan.

"Infertilitas adalah masalah pasangan yang tentu harus dihadapi secara kolektif baik laki-laki dan perempuan," ungkap dr. Ivan Sini, SpOG, Sekretaris Jenderal dari Perfitri dalam acara Media Briefing dengan tema Bayi Tabung, Kamis (30/08/2018) di Jakarta.

Menurut Ivan, ada beberapa faktor yang membuat pria dan wanita mengalami infertilitas.

"Pada wanita, penyebabnya dapat berupa gangguan ovulasi, endometriosis, dan sumbatan pada saluran telur. Sedangkan pada pria, kualitas dan kuantitas sperma bisa sangat rendah karena disebabkan oleh kebiasaan merokok, olahraga yang salah, dan stres," jelasnya.

Umumnya, infertilitas pada perempuan disebabkan oleh adanya masalah pada sel telur (gangguan ovulasi), sedangkan endometriosis adalah kondisi di mana endometrium tumbuh di luar rahim.

Sementara itu, yang dimaksud olahraga yang salah untuk pria adalah olahraga yang membawa dampak buruk untuk kesuburan produksi sperma.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.