Kompas.com - 30/08/2018, 19:35 WIB
Pemberian vaksin MR kepada siswa di SD Pitechi, Manokwari, Papua Barat pada Senin (27/8/2018). Shierine Wangsa WibawaPemberian vaksin MR kepada siswa di SD Pitechi, Manokwari, Papua Barat pada Senin (27/8/2018).

MANOKWARI, KOMPAS.com - Kebalikan dengan capaian nasional yang hanya 32,32 persen pada 26 Agustus 2018, capaian kampanye imunisasi campak dan rubela (MR) di Kabupaten Teluk Bintuni mencapai 100,6 persen dari target yang diberikan.

Provinsi Papua Barat sendiri juga menjadi kabupaten dengan capaian tertinggi (64,97) persen di antara 28 provinsi luar Jawa dan Bali.

Terkait kesuksesan ini, para pemegang kewenangan membagikan rahasianya.
 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorrongan, SKM, M.MKes, berkata bahwa Papua Barat masih belum mencapai target nasional 95 persen. Akan tetapi, dia optimis masih akan bisa mencapai dalam tenggat waktu sebulan lebih.

Keyakinan Otto ini bukan tanpa alasan. Imunisasi massal yang dilakukan secara serentak memang biasanya berhasil dilakukan di provinsi ini. Para petugas kesehatan di Papua Barat memiliki motivasi khusus untuk berlomba-lomba mencapai target.

“Kalau tidak datang, bahkan sampai sweeping (didatangi) ke rumah-rumah,” ujarnya saat ditemui di Manokwari, Senin (27/8/2018).

Untuk Kabupaten Kaimana yang presentase cakupannya hanya 16,33 persen dan merupakan terendah di Papua Barat, Otto berkata bahwa para petugas kesehatan sudah dikomunikasikan dan sedang berjalan kembali dari kampung-kampung ke kota untuk melaporkan.

“Kalau pegununangan Arfak ini medannya memang berat, tapi petugas jalan. Kita optimis dengan target 95 persen hanya soal waktu saja,” imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw, MT, yang ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (29/8/2018) mengatakan, keberhasilan vaksin MR tidak lepas dari kekompakan seluruh pemegang kewenangan.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Vaksin, Pro Kontra Telah Ada Sejak Lama

Petrus bercerita bahwa dia mengumpulkan semua pemegang kewenangan, dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bintuni, kepala-kepala distrik dan kampung, untuk menyampaikan bahwa imunisasi MR harus sudah mulai berjalan pada 1 Agustus 2018.

Dia pun meminta para guru untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai apa yang terjadi bila mereka terkena campak dan rubela.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Tantangan Merawat Anak dengan HIV?

Apa Saja Tantangan Merawat Anak dengan HIV?

Kita
5 Piramida Terbesar di Dunia, Ternyata Nomor 1 Bukan Di Mesir

5 Piramida Terbesar di Dunia, Ternyata Nomor 1 Bukan Di Mesir

Oh Begitu
5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

Kita
Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Oh Begitu
Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Kita
Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.