Kompas.com - 15/08/2018, 18:02 WIB
Kondisi Teluk Nara, Lombok saat tim dari LIPI/PuSGeN, PBBT, IATsI melakukan survei Kondisi Teluk Nara, Lombok saat tim dari LIPI/PuSGeN, PBBT, IATsI melakukan survei

Widjo Kongko, ahli tsunami dari BPPT yang terlibat dalam survei tersebut menyebut penaikan dan penurunan (deformasi) daratan ini sebagai fenomena alamiah.

"(Ini) merupakan respons dari aktivitas tektonik subduksi atau tumbukan lempeng," ujar Widjo melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (15/08/2018).

Baca juga: Darurat Gempa Lombok, Rumah Sakit Sementara Dibangun dalam 2 Minggu

"Saat tumbukan lempeng berlangsung secara lambat (interseismik) maupun pada saat gempa bumi berlangsung (koseismik) seperti yang terjadi di Lombok," tegasnya.

Meski alamiah, fenomena ini menimbulkan tanya: mengapa ada daratan yang naik dan sebagian turun?

Ada Naik, Ada Turun

Widjo menjelaskan, besar serta arah kenaikan dan penurunan daratan ini dipengaruhi oleh parameter sumber gempa bumi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Besar dan arah penaikan atau penurunan dipengaruhi oleh parameter sumber gempabumi yang merupakan gabungan dari tiga arah sudut lempeng, besarnya geser, dan kedalaman serta dimensi bidang patahan," tutur Widjo.

"Daerah penaikan (ke atas) akibat desakan lempeng, sedangkan saerah penurunan (ke bawah) akibat tarikan lempeng," imbuh Widjo.

Ahli tsunami itu juga mengatakan bahwa sebenarnya gerakan di muka tanah akibat lempeng-lempeng yang bergerak karena gempa bumi tersebut ke segala arah.

"Yang biasa diamati secara engineering itu yang naik dan turun karena berdampak luas pada infrastruktur, atau jika di laut gerakan ini menimbulkan tsunami," tegas Widjo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.