Kompas.com - 25/07/2018, 18:09 WIB

KOMPAS.com – Seorang remaja asal Tennesee, Amerika Serikat, dilaporkan perlu menjalani operasi empedu karena terlalu sering makan makanan ringan kemasan yang pedas dan gurih.

Ketika diwawancarai oleh media lokal WREG, ibu Rene Craighead bercerita bahwa putrinya makan empat bungkus besar keripik pedas setiap minggu. Tiba-tiba, Rene mengalami sakit perut dan ketika dibawa ke rumah sakit, dia ditemukan mengalami kerusakan empedu.

Sang ibu meyakini bahwa masalah kesehatan yang dialami oleh Rene adalah karena memakan terlalu banyak keripik pedas.

Namun, mungkinkah kebanyakan makan keripik pedas bisa merusak empedu?

Baca juga: Unik, Rumput Spesies Baru Ini Memiliki Rasa Seperti Bumbu Keripik

Para pakar yang diwawancarai oleh Live Science, Selasa (24/7/2018) berkata bahwa faktor risiko untuk masalah empedu bukanlah makanan pedas, tetapi makanan-makanan berlemak seperti keripik.

Dr Sabrena Noria, asisten profesor bedah di The Ohio State Unviersity Wexner Medical Center, mengatakan, sepengetahuanku, makanan pedas tidak selalu mengakibatkan masalah empedu. Tapi, konsumsi lemak yang berlebih adalah faktor risikonya.

Noria menambahkan bahwa ada banyak makanan ringan pedas yang kadar lemaknya tinggi.

Sementara itu, Dr Carrie Firestone Baum selaku pakar gastroenterologi anak-anak di Nicklaus children’s Hospital, Miami, juga sependapat.

Dia berkata bahwa dalam kasus Rene, tidak diketahui apakah makan makanan ringan pedas bisa menyebabkan masalah empedu. Namun, makanan ringan pedas memang bisa menyebabkan gastritis atau iritasi perut.

“Kami sering mendapati remaja datang ke sini mengeluhkan sakit perut karena makan keripik pedas (dalam jumlah) besar setiap minggu,” ujarnya.

Untuk itu, Baum dan Noria pun merekomendasikan semua orang untuk membatasi konsumsi makanan ringan pedas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.