Kompas.com - 16/11/2017, 19:03 WIB
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Spesies rumput baru telah ditemukan dan uniknya rumput itu mengeluarkan rasa yang serupa dengan rasa asin pada garam dan asam seperti cuka. Bahkan peneliti menggambarkan rasanya seperti bumbu keripik.

Spesies baru yang bernama Triodia scintillans ini masuk dalam keluarga spinifex, rerumputan yang tumbuh subur di Australia. Jenis rumput tersebut memiliki daya tahan terhadap lingkungan kering dan gersang.

Sebenarnya banyak spesies rumput yang mengeluarkan cairan gula lengket atau protein dari daunnya. Nampaknya hal ini juga berlaku pada T. scintillans.

Mattew Barrett peneliti dari University of Western Australia (UWA) mengatakan, rasa asin dan asam berasal dari tetesan cairan dari tangkai rumput muda.

Baca juga: Hobi Makan Rumput, Hiu Ini Bikin Ilmuwan Garuk Kepala

"Ini terlihat sangat mencolok saat Anda pertama kali melihatnya, tapi jika Anda melihat lebih dekat lagi, tetesan berkilauan sangat cepat pada batangnya," ujar Barret seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (14/11/2017).

"Saat Anda menjilatinya, rasanya seperti keripik, ada rasa garam serta asam seperti cuka," imbuhnya.

Dalam penelitian yang di publikasikan dalam jurnal Australian Systematic Botany, peneliti juga mencatat jika tetesan rasa yang ditemukan di rumput bisa menjadi cairan kental dan mengkristal, namun bisa larut dalam air.

T. scintillans merupakan satu dari delapan spesies rumput baru yang ditemukan oleh peneliti di Univeristy of Western Australia (UWA). Temuan ini sebenarnya tidak sengaja dilakukan, karena pada awalnya peneliti melakukan mengelompokkan rumput-rumput spinifex yang ada di Australia.

Tapi kadang ketidaksengajaan justru membawa pada sebuah penemuan baru. Sembari bekerja di laboratorium, tanpa sengaja salah satu peneliti menjilat tangannya. Lantas menyadari jika rumput yang baru saja dipegangnya memiliki rasa unik.

Saat ini setidaknya ada lebih dari 64 spesies spinifex yang ada di Australia. Penggunaan rumput-rumputan ini sudah dilakukan untuk berbagai industri. Bahkan masyarakat Aborigin sudah mengenalnya dan menggunakannya sejak lama sebagai perekat.

Baca juga: Manusia Masa Depan Mungkin Harus Makan Serangga dan Rumput

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.