Kompas.com - 25/07/2018, 10:36 WIB

Dalam studi ini, peserta juga diperlihatkan robot dengan dua warna "kulit".

"Apa yang kami amati adalah bahwa bias yang sama persis yang diamati pada manusia juga bisa diamati pada robot," sebut Profesor Bartneck.

"Orang-orang mengubah perilaku mereka terhadap robot coklat dibandingkan dengan robot putih."

Baca juga: Akhirnya, Ada Robot yang Bisa Merakit Kursi IKEA Anda

Profesor Bartneck mengatakan, ras peserta tidak menentukan keputusan mereka.

"Prasangka rasial itu ada; itu ada untuk manusia; tetapi juga ada untuk robot."

Pembuat Robot

Profesor Bartneck berpendapat bahwa robot harus menyerupai populasi yang mereka layani.

"Jika Anda memiliki masyarakat yang beragam seperti masyarakat di Australia atau Selandia Baru atau bahkan di AS, tetapi semua robot itu putih - itu akan sangat aneh, bukan?," tanyanya.

"Tidak ada alasan khusus mengapa semuanya harus putih.”

"Dan dengan memperkenalkan bias kulit putih yang sangat kuat ini ke dalam desain robot, ini mungkin memiliki beberapa efek negatif yang sebenarnya tidak kita inginkan."

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.