Hati-Hati, Perempuan lebih Rentan Skoliosis

Kompas.com - 18/07/2018, 19:35 WIB
Ilustrasi tulang belakang horillazIlustrasi tulang belakang

KOMPAS.com – Skoliosis atau pelengkungan tulang belakang perlu mendapat perhatian lebih, khususnya untuk perempuan.

Menurut Labana Simanihuruk, ahli fisiologi dan anatomi, saat ditemui di Cikini, Selasa (17/07/2018); jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, skoliosis lebih banyak terjadi pada perempuan.

Belum dapat dipastikan mengapa perempuan lebih rentan skoliosis, tetapi diasumsikan bahwa perempuan mempunyai otot lebih sedikit dari laki-laki sehingga ketika tulang belakang membentuk kurva, akan lebih gampang terkena skoliosis.

Salah satu gejala fisik skoliosis yang dialami perempuan adalah adanya pembesaran satu sisi pada payudara.

Baca juga: Bahu Tinggi Sebelah? Hati-hati, Anda Sudah Terkena Skoliosis

“Kalau perempuan skoliosis, apalagi pada bagian thoracic, rata-rata payudaranya akan besar sebelah karena rotasinya. Tapi bukan karena ukurannya yang membesar, hanya karena posisinya,” jawab Labana.

Skoliosis dapat membahayakan perempuan, khususnya mereka yang berada pada masa kehamilan.

“Kalau perempuan yang mempunyai skoliosis punya kendala sakit punggung, sakit punggungnya menjadi sangat parah waktu hamil dan kemungkinan sulit mendapatkan anak karena skoliosis itu ada efek jaringan saraf ke reproduksi,” jelas Labana.

Kabar baiknya, menurut Labana, dalam masa rehabilitasinya, tulang belakang milik perempuan lebih mudah dibentuk menjadi kembali normal ketimbang milik pria. Artinya, dengan mengikuti prosedur yang sesuai, skoliosis pada perempuan akan lebih bisa disembuhkan ketimbang pada pria.

Namun demikian, terapi pada perempuan yang menderita skoliosis, tidak dapat dilakukan ketika masa kehamilan sehingga kondisinya harus sudah diperiksa pada masa muda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X