Masuki Babak Akhir Hidupnya, Teleskop Luar Angkasa Kepler Berhibernasi

Kompas.com - 14/07/2018, 20:05 WIB
Akhir kisah dari Teleskop Luar Angkasa KeplerNASA/JPL-Caltech Akhir kisah dari Teleskop Luar Angkasa Kepler

KOMPAS.com – Setelah diluncurkan pada tahun 2009, teleskop ruang angkasa Kepler telah menghabiskan waktu sembilan tahun untuk mengamati bintang-bintang yang berposisi jauh.

Sepanjang kariernya, teleskop Kepler telah berhasil mendeteksi 2.650 eksoplanet, angka yang bergitu besar jika mempertimbangkan 3.800 planet yang ditemukan sejauh ini.

Pada awal minggu ini, bahan bakar teleskop Kepler dikabarkan telah menipis dan akan habis dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut NASA, saat ini Kepler berada pada mode hibernasi untuk persiapan pengunduhan data observasi terakhir. Kepler akan tetap dalam mode hibernasi dan mengirim kembali data observasi ke-18 ke Bumi pada bulan Agustus.

Baca juga: Jelang Akhir Hidupnya, Teleskop Kepler Tangkap Supernova Langka

Pada tanggal 2 Agustus, rencananya tim Kepler akan menghidupkan kembali teleskop ruang angkasa tersebut dan mengarahkan pesawat ke arah yang tepat untuk mengirim data.

Jika semua berjalan lancar, NASA akan memulai operasi pengamatan ke-19 Kepler pada tanggal 6 Agustus dengan sisa bahan bakar yang ada.

Sejak tahun 2013, Kepler telah melakukan operasi “Second Light”, meskipun telah kehilangan dua rodanya. Kemudian pada 12 Mei 2018, Kepler berada pada ekspedisinya yang ke-18 untuk mempelajari langit di sekitar rasi bintang Cancer.

Baca juga: Jelang Akhir Hidupnya, Teleskop Kepler Tangkap Supernova Langka

Meskipun misi Kepler berakhir, para ilmuwan akan terus menggali data yang telah dikirim kembali untuk penemuan berikutnya.

Menurut studi baru-baru ini, 24 eksoplanet baru ditemukan menggunakan data dari observasi yang ke-10. Ini menaikkan total penemuan Kepler menjadi 2.650 eksoplanet.

Pada masa yang akan datang, teleskop ruang angkasa di generasi mendatang diantisipasi akan menemukan lebih banyak eksoplanet, terhitung sejak ekspedisi pertamanya.

Teleskop ruang angkasa yang direncanakan untuk menggantikan Kepler, Satelit Transiting Eksoplanet Survey (TESS), saat ini dijadwalkan untuk diluncurkan tahun 2021. Meskipun begitu, mungkin TESS akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat menyaingi prestasi yang sudah ditorehkan oleh Kepler.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X