Ternyata, Dengusan Kuda adalah Tanda Mereka Bahagia

Kompas.com - 14/07/2018, 19:06 WIB
Ilustrasi kuda. ShutterstockIlustrasi kuda.

KOMPAS.com – Selain anjing dan kucing, mungkin kuda adalah hewan berikutnya yang memiliki kedekatan dengan manusia.

Namun, manusia sering kali tidak bisa mengerti perasaan hewan ini. Apakah kuda tersebut sedang senang, sedih atau marah? Lalu, mengapa ia mendengus?

Menurut Mathilde Stomp dari Universite de Rennes di Perancis, dengusan adalah indikator emosi positif dari kuda.

Sampai saat ini, dengusan dianggap sebagai cara bagi kuda untuk membersihkan debu dari hidung mereka atau mengusir serangga. Secara teknis, dengusan adalah sinyal non-vokal yang dihasilkan dari ekspirasi udara melalui lubang hidung.

Baca juga: Banjir di Jepang Bikin Kuda Poni Ini Berenang Hingga ke Atap Rumah

Namun lebih dari itu, menurut Stomp, dengusan memiliki kaitan yang erat dengan suasana dan kondisi positif pada kuda.

Stomp melakukan penelitian dengan mengevaluasi hasil dengusan dari 48 kuda yang hidupnya dikekang dengan kuda yang dilepas bebas (kuda yang selalu berada di padang rumput).

Secara keseluruhan selama tes, kuda-kuda ini mendengus 560 kali, mulai dari satu kuda yang mendengus rata-rata 0,75 kali per jam hingga kuda yang mendengus 12,8 kali per jam.

Hasilnya menunjukkan bahwa kuda yang dilepas di padang rumput menghasilkan dengusan lebih banyak ketimbang kuda yang dikandangkan. Bahkan perbedaan ini bisa mencapai dua kali lipat.

Baca juga: 3000 Tahun Lalu Perawatan Gigi Kuda Sudah Dilakukan, Ini Buktinya

Lebih spesifik, Stomp menemukan bahwa kuda mendengus paling banyak ketika mereka makan, atau ketika mengeksplorasi tempat. Selain itu, tidak ada kuda yang mendengus ketika bersikap agresif terhadap manusia.

Hal ini menunjukkan bahwa produksi dengusan secara signifikan memiliki kaitan yang erat dengan situasi dan keadaan internal hewan yang positif, sama halnya seperti gestur tubuh.

Kuda sangat jarang menunjukkan tanda kebahagian yang berbeda-beda. Hasil ini menyajikan pedoman penting bahwa ketika dengusan muncul, itu adalah indikasi emosi positif yang dapat membantu mengenali situasi seperti apa yang disenangi oleh kuda,” ujar Stomp.

Ilmuwan mengatakan bahwa temuan mereka dapat membantu dalam peningkatan kesejahteraan hewan dengan memudahkan pemilik untuk memilih situasi ketika kuda merasa bahagia melalui dengusannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X