Ingin Susul Jejak AS, Israel Segera Luncurkan Misi ke Bulan - Kompas.com

Ingin Susul Jejak AS, Israel Segera Luncurkan Misi ke Bulan

Kompas.com - 11/07/2018, 19:34 WIB
Pesawat ruang angkasa Israel Pesawat ruang angkasa Israel

KOMPAS.com - Selasa (10/07/2018) lalu, Israel mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan misi bulan pertamanya pada Desember 2018.

Mereka juga menyampaikan harapannya menyusul AS, Rusia, dan China dalam pendaratan di bulan.

Misi tersebut akan ditandai dengan peluncuran pesawat ruang angkasa terkecil hingga saat ini. Pesawat tersebut punya tinggi 1,2 meter dan diameter 6,5 meter.

Pesawat yang dibangun selama 8 tahun oleh SpaceIL dan israel Aerospace ini memiliki kecepatan maksimum 36.001 kilometer per jam.

"Peluncuran pesawat ruang angkasa pertama ini akan membuat Israel di tahun ke-70, bangga. Ini adalah pencapaian nasional yang akan menempatkan kami di peta antariksa dunia," ungkap Morris Kahn, presiden SpaceIL dikutip dari Fox News, Rabu (11/07/2018).

Proyek ini dimulai ketika beberapa insinyur muda, yaitu Yariv Bash, Kfir Damari, dan Yonatan Winetraub, membangun pesawat ruang angkasa untuk kompetisi Lunar Xprize yang dibuat Google.

Menurut para penyelenggara, pesawat ruang angkasa ini akan memulai misi pertamanya, menanam bendera Israel di bulan.

Setelah misi pertamanya, pesawat ini akan memulai misi ilmiah. Beberapa di antara misi ilmiah tersebut adalah mengambil foto dan video dari situd pendaratan dan mengukur medan magnet bulan.

Baca juga: Seperti Letusan Gunung Api, Peluncuran Roket SpaceX Lubangi Ionosfer

Penelitian, yang dilakukan bekerjasama dengan para ilmuwan dari Weizmann Institute of Science di Rehovot ini akan menggunakan magnetometer pada pesawat ruang angkasa untuk mencoba memahami bagaimana batu-batu di bulan menerima magnetnya.

Pesawat ini rencananya akan diluncurkan melalui roket milik SpaceX pada Desember 2018. Diperkirakan, pesawat ini mendarat di bulan pada 13 Februari 2019.



Close Ads X