Kompas.com - 11/07/2018, 17:06 WIB

KOMPAS.com – Hewan beracun menjadi sebuah ancaman tersendiri bagi mangsanya. Racun dari hewan tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda: ada yang hanya membuat lumpuh hingga mematikan korbannya dengan cepat.

Ini menjadi pembahasan menarik dan menimbulkan pertanyaan, apakah hewan beracun menerima dampak dari racunnya sendiri?

Dilansir dari Ted Ed, Rebecca D Tarvin, seorang ahli biologi dari Texas University mencoba memberikan jawabannya.

Menurut dia, ada satu dari dua strategi dasar yang digunakan hewan untuk bertahan dari racunnya sendiri: menyimpan senyawa tersebut dengan aman atau mengembangkan resistansi terhadap racun tersebut.

Baca juga: Jasad Perempuan di Perut Ular, Bagaimana Sanca Menelan Utuh Manusia?

Kumbang pengebom menggunakan cara pertama. Mereka menyimpan senyawa untuk racunnya dalam dua tempat yang terpisah," katanya.

Dia melanjutkan, ketika mereka (kumbang) terancam, katup antara dua tempat tersebut terbuka dan zat kimia tercampur dan menghasilkan reaksi kimia yang keras sehingga semprotan korosif bisa ditembakkan keluar dari kelenjar, melewati ruang keras yang melindungi jaringan internal kumbang.

Cara yang sama juga dimiliki oleh ubur-ubur yang menyimpan racunnya secara aman di tempat yang menyerupai harpun yang disebut nematocyst.

Hal serupa terjadi juga pada ular yang menyimpan racunnya pada tempat yang hanya memiliki satu pintu keluar, yakni taring.

Baca juga: Bukan Kadal atau Tikus, Lima Spesies Ular Ini Lebih Suka Makan Siput

Namun yang menjadi pembedanya adalah, ular juga mampu melakukan cara kedua, yaitu menciptakan biokimia yang resistan terhadap bisanya. Rebecca mencontohkan ular derik sebagai salah satu ular yang mampu memroduksi protein khusus yang mengikat dan menonaktifkan komponen racun dalam darah.

Selain itu, katak panah juga mengembangkan imunitas terhadap racunnya sendiri, namun melalui mekanisme yang berbeda dari ular.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.