Ilmuwan Denmark Kembangkan Ovarium Buatan - Kompas.com

Ilmuwan Denmark Kembangkan Ovarium Buatan

Kompas.com - 03/07/2018, 19:34 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Para ilmuwan Denmark kini tengah mengembangkan ovarium buatan. dengan cara ini, diharapkan bisa membantu masalah para perempuan dengan kondisi berpotensi tidak subur, seperti penderita kanker.

Para ilmuwan tersebut mengembangkan ovarium buatan yang berpotensi untuk ditransplantasikan ketika perempuan dengan kondisi khusus ingin hamil.

Hal ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology.

"Kami sekarang telah melakukan langkah penting pertama dalam membangun ovarium (buatan) bebas kanker," ungkap Susanne Pors, salah satu penulis studi ini dikutip dari USA Today, Senin (02/06/2018).

"Kami memiliki lebih banyak studi untuk dilakukan, tetapi ini merupakan bukti-konsep yang menunjukkan bahwa sel telur manusia bisa bertahan hidup dalam perancah yang baru dibangun," sambung rekan postdoktoral di Laboratorium Biologi Reproduksi di Rumah Sakit Universitas Kopenhagen Rigshospitalet tersebut.

Untuk diketahui, para penderita kanker berpotensi besar menjadi infertil atau tidak subur.

Itu karena serangkaian perawatan kanker seperti kemoterapi dan radioterapi sering kali menyebabkan kerusakan ovarium.

Salah satu cara agar wanita tetap bisa hamil setelah rangkaian perawatan tersebut adalah transplantasi jaringan ovarium. 

Baca juga: Dikira Gemuk, Perempuan AS Idap Kista Ovarium Seberat 22 Kilogram

Bisa juga, sebelum rusak, ovarium penderita kanker diangkat dan dibekukan. Setelah proses perawatan kanker selesai, ovarium tersebut dikembalikan.

Sayangnya, cara tersebut hanya bisa dilakukan pada anak perempuan yang belum mulai berovulasi.

Tetapi, ada risiko kecil adanya sel kanker di jaringan ovarium mereka. Artinya, ini bisa meningkatkan kemungkinan tumbuhnya kembali kanker ketika transplantasi terjadi.

Risiko ini, meskipun "sangat rendah", berarti wanita dengan bentuk-bentuk kanker tertentu, seperti leukemia dan mereka yang berasal dari rahim, tidak mungkin ditawari transplantasi.

Untuk menghilangkan risiko itu, para ilmuwan dari Rigshospitalet di Kopenhagen, Denmark, mengambil folikel dan jaringan ovarium dari pasien yang melakukan perawatan kanker.

Mereka kemudian mengangkat sel-sel kanker dari jaringan ovarium, meninggalkan "perancah" yang terdiri dari protein dan kolagen.

Dilansir dari BBC, Senin (02/07/2018), para ilmuwan kemudian dapat menumbuhkan folikel ovarium pada perancah jaringan rekayasa ovarium ini.

Ovarium buatan ini kemudian ditransplantasikan ke tikus. Hasilnya, ovarium buatan tersebut mampu mendukung kelangsungan hidup dan pertumbuhan sel-sel ovarium.

"Ini adalah pertama kalinya folikel manusia yang terisolasi bisa bertahan hidup di perancah deselulerisasi," kata Pors dikutip dari New Scientist, Senin (02/07/2018).

Meski belum diuji pada manusia, para ilmuwan lain menyambut baik penelitian ini.

"Ini merupakan kemajuan yang sangat penting di bidang pelestarian kesuburan," kata Profesor Adam Balen, profesor kedokteran reproduksi dan operasi di Seacroft Hospital, Leeds dikutip dari The Independent, Senin (02/07/2018).

Baca juga: Tumor Ovarium Raksasa Seberat 60 Kilogram Berhasil Diangkat

Hal serupa juga diungkapkan oleh Stuart Lavery, konsultan ginekolog di Rumah Sakit Hammersmith.

Lavery mengatakan, transplantasi jaringan ovarium berpotensi mengandung ribuan telur yang akan memungkinkan wanita hamil "alami". Artinya, cara ini lebih efektif dibandingkan dengan program bayi tabung.

Dr Gillian Lockwood, direktur medis Midlands Fertility Services, juga menyebut ada keuntungan lain dari transplantasi jaringan ovarium bagi survivor kanker.

Itu adalah mereka dapat memungkinkan wanita untuk memulai kembali periode mereka setelah perawatan yang merusak, mencegah kebutuhan terapi penggantian hormon.



Close Ads X