Kompas.com - 03/07/2018, 19:34 WIB

Tetapi, ada risiko kecil adanya sel kanker di jaringan ovarium mereka. Artinya, ini bisa meningkatkan kemungkinan tumbuhnya kembali kanker ketika transplantasi terjadi.

Risiko ini, meskipun "sangat rendah", berarti wanita dengan bentuk-bentuk kanker tertentu, seperti leukemia dan mereka yang berasal dari rahim, tidak mungkin ditawari transplantasi.

Untuk menghilangkan risiko itu, para ilmuwan dari Rigshospitalet di Kopenhagen, Denmark, mengambil folikel dan jaringan ovarium dari pasien yang melakukan perawatan kanker.

Mereka kemudian mengangkat sel-sel kanker dari jaringan ovarium, meninggalkan "perancah" yang terdiri dari protein dan kolagen.

Dilansir dari BBC, Senin (02/07/2018), para ilmuwan kemudian dapat menumbuhkan folikel ovarium pada perancah jaringan rekayasa ovarium ini.

Ovarium buatan ini kemudian ditransplantasikan ke tikus. Hasilnya, ovarium buatan tersebut mampu mendukung kelangsungan hidup dan pertumbuhan sel-sel ovarium.

"Ini adalah pertama kalinya folikel manusia yang terisolasi bisa bertahan hidup di perancah deselulerisasi," kata Pors dikutip dari New Scientist, Senin (02/07/2018).

Meski belum diuji pada manusia, para ilmuwan lain menyambut baik penelitian ini.

"Ini merupakan kemajuan yang sangat penting di bidang pelestarian kesuburan," kata Profesor Adam Balen, profesor kedokteran reproduksi dan operasi di Seacroft Hospital, Leeds dikutip dari The Independent, Senin (02/07/2018).

Baca juga: Tumor Ovarium Raksasa Seberat 60 Kilogram Berhasil Diangkat

Hal serupa juga diungkapkan oleh Stuart Lavery, konsultan ginekolog di Rumah Sakit Hammersmith.

Lavery mengatakan, transplantasi jaringan ovarium berpotensi mengandung ribuan telur yang akan memungkinkan wanita hamil "alami". Artinya, cara ini lebih efektif dibandingkan dengan program bayi tabung.

Dr Gillian Lockwood, direktur medis Midlands Fertility Services, juga menyebut ada keuntungan lain dari transplantasi jaringan ovarium bagi survivor kanker.

Itu adalah mereka dapat memungkinkan wanita untuk memulai kembali periode mereka setelah perawatan yang merusak, mencegah kebutuhan terapi penggantian hormon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.