Pengemudi, Ini Dampak Buruk Microsleep Saat Mudik - Kompas.com

Pengemudi, Ini Dampak Buruk Microsleep Saat Mudik

Kompas.com - 12/06/2018, 19:31 WIB
Tim Merapah Trans Jawa 3 Kompas.com melintas di tol Solo-Ngawi pada Senin (4/6/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Tim Merapah Trans Jawa 3 Kompas.com melintas di tol Solo-Ngawi pada Senin (4/6/2018).

KOMPAS.com - Banyak pemudik yang masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk pulang kampung.

Dengan adanya penambahan ruas jalan tol di sejumlah wilayah yang jaraknya lebih panjang, pengemudi harus ekstra fokus memerhatikan jalan.

Energi yang terkuras untuk memerhatikan jalan yang monoton tak jarang membuat fisik lelah dan mengakibatkan microsleep.

Baca juga: Hati-hati... Mudik Taruhan Nyawa gara-gara Microsleep

Apa itu microsleep?

Microsleep atau tertidur secara tiba-tiba dalam waktu sangat singkat, sekitar satu sampai 30 detik, sering dialami pengemudi yang menempuh jarak jauh seperti saat mudik pulang kampung.

Diberitakan Kompas.com Juni 2017, gejala microsleep saat mudik sebenarnya dapat diketahui diri sendiri atau pun penumpang dalam mobil.

Salah satu gejalanya, tanpa disadari mata terpejam dan kepala tersengguk-sengguk atau mengangguk.

Gejala ini sudah dibuktikan dengan penelitian ilmiah yang meminta responden untuk tidak tidur selama 22 jam.

Setelah tidak tidur lama, mereka dipindai dengan menggunakan mesin pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI).

Hasil yang dilaporkan dalam jurnal Neuroimage mengungkap, saat mulai mengantuk namun harus terjaga, gejala microsleep muncul ditandai dengan senggukan kepala.

Microsleep muncul karena terjadi pengurangan aktivitas pada talamus, bagian otak yang berperan pada kesadaran, tidur, kewaspadaan, dan interpretasi sensorik.

" Pengemudi mungkin saja tidak memikirkan apa-apa (pikiran kosong)," ujar dr Ilene Rosen, ahli masalah tidur sekaligus profesor klinik kedokteran University of Pennsylvania kepada ABC News.

Baca juga: 7 Tips Kesehatan agar Anda dan Keluarga Tak Gampang Sakit Saat Mudik

Matematika microsleep

Matematika microsleep pun mengerikan.

Misalnya saja, mobil melaju dengan kecepatan 60 km/jam dan jarak dengan objek di depan sekitar 50 meter. Obyek di depan bisa berupa mobil lain atau pagar.

Jika pengemudi mengalami microsleep selama tiga detik, maka selama tiga detik itu mobil sudah melaju dalam jarak 50 meter.    
 
Dengan jarak ini, artinya mobil sudah berada tepat berada di belakang objek dan sangat mungkin mengalami kecelakaan lalu lintas.


Komentar
Close Ads X