Peringatkan Saingan, Warna Mata Ikan Guppy Berubah Saat Marah

Kompas.com - 05/06/2018, 18:04 WIB
ilustrasi ikan guppyartas ilustrasi ikan guppy

KOMPAS.com - Salah satu primadona di kalangan ikan hias adalah ikan guppy.

Ikan guppy Trinitadian (Poecilia reticulata) adalah ikan air tawar berukuran kecil dengan mata bulat berwarna perak atau hitam.

Warna mata perak atau hitam bukan karena jenisnya yang berbeda. Kedua warna itu dimiliki ikan guppy sekaligus, artinya ikan guppy dapat mengubah warna matanya.

Para ahli menemukan, mata ikan guppy menjadi hitam pekat saat ia sedang marah. Warna hitam di matanya ini seakan menjadi sinyal yang memperingatkan ikan guppy lain untuk menyingkir.

Baca juga: Ikan Guppy Air Tawar Hidup di Kepulauan Terisolasi, Dari Mana Asalnya?

Namun, perubahan warna ini tidak bisa Anda lihat di akuarium. Ikan guppy bisa menjadi agresif bila berada di alam bebas, misalnya di atas air terjun.

Kemampuan untuk mengubah warna mata dalam beberapa detik itu biasanya muncul saat ikan berebut makanan.

Untuk membuktikan hal tersebut, ahli dari Universitas Exeter, Inggris, melibatkan robot yang menyerupai ikan guppy.

"Membuktikan ikan melakukan perubahan warna untuk berkomunikasi dengan ikan lainnya adalah hal yang sangat sulit. Sebab itu, kami membuat robot ikan yang memiliki warna mata berbeda untuk memicu reaksi dari ikan asli," terang Robert Heathcote, dilansir Science Alert, Selasa (5/6/2018).

Robot guppy ini dibuat dari bahan silikon lengkap dengan warna mata yang dapat berubah menjadi perak atau hitam. Robot ini ditempatkan di tali pancing yang terhubung dengan mesin agar dapat bergerak.

Tidak lupa, para ahli juga meletakkan makanan di dekat robot guppy.

Setelah robot dimasukkan ke dalam air bersama dengan makanannya, tim menemukan ikan guppy asli akan mendekati makanan bila warna mata pada robot guppy berwarna perak.

Sebaliknya, jika mata robot berubah menjadi hitam maka ikan guppy lain tidak ada yang mendekat.

Menurut Robert dan timnya, mata hitam pada guppy adalah petunjuk dari apa yang disebut "agresi sebenarnya".

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X