Perangi Ebola, Kongo Gunakan Vaksin Eksperimental dan Strategi Cincin

Kompas.com - 24/05/2018, 04:07 WIB
Seorang petugas kesehatan membersihkan perlengkapannya ketika ebola mewabah pada Juni 2017. JOHN WESSELS / AFP JOHN WESSELS / AFPSeorang petugas kesehatan membersihkan perlengkapannya ketika ebola mewabah pada Juni 2017. JOHN WESSELS / AFP

KOMPAS.com – Menyusul deklarasi wabah Ebola, pemerintah Republik Demokratik Kongo memulai kampanye vaksinasi rVSVΔG-ZEBOV.

Vaksinasi ini akan diberikan dengan strategi cincin, yakni menyasar mereka yang berkontak langsung dengan pasien Ebola dan orang-orang di sekitar mereka, karena dosis yang tersedia baru 7.500 dan Kongo masih menunggu kiriman 8.000 dosis.

7.500 dosis hanya cukup untuk 50 cincin yang masing-masing terdiri dari 150 orang.

Vaksin rVSVΔG-ZEBOV adalah virus chimera hidup yang bisa mereplikasi diri di dalam sel. Virus ini merupakan virus vesicular stomatitis, virus yang hanya menginfeksi ternak dan menyebabkan penyakit ringan pada manusia, yang telah dimodifikasi untuk membawa kode glycoprotein ebola.

Pada vaksin ini, protein tersebut akan mendorong sistem kekebalan tubuh manusia untuk membentuk respons perlindungan terhadap virus ebola.

Baca juga: Ebola Mewabah Lagi di Kongo, 17 Orang Meninggal

Namun, harus diakui bahwa vaksin rVSVΔG-ZEBOV masih eksperimental. Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menyetujuinya untuk digunakan dalam protokol tertentu, seperti kasus wabah kali ini.

Dalam percobaan-percobaan sebelumnya, vaksin ini terbukti bisa melindungi tikus, hamster, dan primata non-manusia dari Ebola.

Vaksinasi rVSVΔG-ZEBOV dengan strategi serupa pada 2015 di Guinea dan Sierra Leone juga menunjukkan bahwa vaksin ini aman dan 100 persen efektif dalam melindungi Ebola.

Oleh karena itu, baik WHO maupun pemerintah Kongo meyakini bahwa vaksin ini akan menjadi solusi bagi wabah Ebola kali ini.

Tantangannya hanyalah lokasi-lokasi wabah di Kongo yang terpencil.

Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika, mengatakan, menerapkan vaksinasi Ebola dalam strategi cincin adalah prosedur yang kompleks. Vaksin ini harus disimpan dalam temperatur -60 sampai -80 celcius. Jadi memindahkan mereka dan menyimpannya di area yang terdampak akan menjadi tantangan besar.

Untungnya, WHO, otoritas kesehatan setempat dan Médecins Sans Frontières telah mempersiapkan jembatan udara, helikopter, dan sepeda motor untuk memperlancar kampanye ini. Mereka juga telah menyiapkan lemari pembeku di lokasi-lokasi wabah dan memindahkan vaksin dalam kontainer yang bisa menjaga suhu di bawah titik beku selama satu minggu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X