Kompas.com - 22/05/2018, 05:17 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan baru berjalan selama sepekan. Penyesuaian tidur dan makan masih dilakukan banyak umat muslim.

Salah satu hal yang masih menjadi pertanyaan adalah bolehkah kita langsung tidur sehabis santap sahur?

Untuk menjawab tersebut Kompas.com menghubungi dr Inge Permadi, MS, SpGK.

Boleh

Inge menyebut sebenarnya tidur setelah santap sahur tidak dilarang.

"Metabolisme tubuh tidak akan terganggu hanya karena kita tidur," tegasnya ketika dihubungi Kompas.com pada Jumat (18/05/2018).

Meski begitu, memberi jarak antara selesai makan dengan tidur juga perlu diperhatikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika makanan masuk ke dalam tubuh kita, berarti tubuh kita sedang aktif," ujarnya.

"Bukan masalah metabolisme tubuh, tapi makanan adalah sumber energi. Ketika sumber energi tidak dipergunakan oleh tubuh kita, yang akan terjadi akan ditumpuk," sambungnya.

Menurut Inge, makanan yang ditumpuk baru akan dipergunakan saat kita beraktivitas. Inilah pentingnya jarak antara selesai makan dengan waktu tidur.

Baca juga: Berapa Banyak yang Harus Kita Makan Saat Sahur dan Berbuka?

Beri Jarak

Tanggapan serupa juga dijelaskan oleh dr Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK.

"Tidur setelah sahur tidak masalah. Tapi hal ini tidak disarankan habis sahur langsung tidur," kata Dian.

"Paling tidak sekitar setengah jam atau habis subuh," imbuhnya.

Dengan kata lain, menurut Dian, memberi jarak antara makan dengan tidur diperlukan.

"Kalau benar-benar habis makan langsung tidur biasanya kan makanannya belum turun ke bawah," ujarnya.

"Biasanya, (hal ini) suka balik lagi atau mengakibatkan rasa begah di perut," tambahnya.

Asam Lambung

Pendapat lain diungkapkan oleh Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP selaku ahli gastroenterologi dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menurut dia, langsung tidur setelah sahur sangat tidak direkomendasikan bagi orang normal, apalagi untuk mereka yang memiliki penyakit maag atau penyakit asam lambung (GERD).

"Makan terakhir itu dianjurkan dua jam sebelum tidur," ujarnya saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (18/5/2018).

Untuk menyiasatinya, Ari menyarankan untuk beristirahat dalam posisi setengah duduk dengan bantal yang ditinggikan.

Baca juga: Cara Tepat Mengonsumsi Buah Saat Sahur dan Buka Puasa

Posisi ke kanan atau pun ke kiri tidak terlalu berpengaruh dalam mencegah terjadi GERD.

Intinya adalah menjaga agar asam lambung tidak berbalik arah mengikuti gaya gravitasi ke dada dan kerongkongan.

GERD atau gastroesophageal reflux disease juga dikenal sebagai penyakit asam lambung. Ini adalah kondisi di mana asam lambung naik hingga ke kerongkongan.

Gejalanya, seperti yang dipaparkan oleh Ari dalam kolom di Kompas.com 4 November 2013, termasuk nyeri di dada seperti terbakar (heart burn) dan mulut yang pahit karena asam lambung naik hingga kerongkongan.

Jika sering terjadi, GERD bahkan bisa menyebabkan perubahan struktur dinding kerongkongan yang berujung pada penyakit Barrett's yang merupakan lesi pra-kanker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.