Kompas.com - 12/05/2018, 21:07 WIB

KOMPAS.com - Kelahiran kembar siam terbilang langka di dunia hewan, termasuk rusa. Umumnya, sebelum berhasil dilahirkan, janin kembar siam yang dikandung akan mati di rahim induknya.

Namun, pemikiran tersebut kembali terbantahkan oleh penemuan sekaligus pemecahan rekor pertama kali di dunia: ada bayi rusa kembar siam yang berhasil terlahir dari perut induknya, kendati lahir dalam kondisi mati.

Anak rusa kembar siam ini dilaporkan tidak sempat menghirup udara dunia. Kesimpulan ini didasarkan pada paru-paru mereka yang masih kosong.

Keduanya akhirnya meregang nyawa karena kondisi tubuh mereka yang tidak sempurna (dua kepala rusa tapi menyatu di setengah tulang rusuk).

Sesaat setelah kematian, tubuh rusa tersebut ditemukan dalam keadaan utuh oleh pencari jamur di Minnesota, Amerika Serikat.

Baca juga: Kembar Siam, Ular Ini Punya Dua Kepala dan Jantung Ganda

Tidak mengherankan kalau rusa ini akhirnya menghadap ajalnya, kata ahli yang menyusun makalah dalam jurnal The American Midland Naturalist.

“Berdasarkan anatomi tubuhnya, anak rusa ini tidak akan pernah bisa hidup,” ujar Gino D’Angelo, salah satu peneliti dilansir IFL Science, Jumat (11/5/2018).

kerangka bayi rusa kembar siam kerangka bayi rusa kembar siam

Bayi rusa ini diketahui berjenis kelamin perempuan. Mereka mempunyai dua kepala yang dihubungkan dengan satu leher yang dipenuhi totol-totol serupa.

Sementara itu, beberapa organ lainnya tidak ganda dan seharusnya hanya untuk satu tubuh saja. Kaki mereka pun hanya empat dan hatinya hanya satu, walaupun ada tambahan limpa dan saluran pencernaan.

Anehnya, kendati hanya punya satu kantung perikard (selubung jantung), jantung mereka dua.

Namun, Angelo menganggap kasus ini sebagai sejarah baru bagi dunia hewan. Sebab, ada bayi rusa kembar siam yang berhasil terlahir. Menurut dia, semua ini berkat perlakuan induk rusa betina yang penuh kasih sayang dalam merawat bayinya.

Sebelum penemuan bayi rusa ini, penelitian terdahulu menyebutkan adanya rusa kembar siam. Namun, rusa tersebut terlanjut mati di dalam rahim sebelum sempat dilahirkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.