Kompas.com - 12/05/2018, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Bukti baru mengungkap jika keberadaan Hepatitis B ternyata jauh lebih lama daripada yang kita duga sebelumnya.

Hasil studi dari tim peneliti University of Copenhagen dan University of Cambridge ini menguak bahwa Hepatitis B sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Peneliti berhasil menemukan DNA Hepatitis B pada manusia yang berasal dari Zaman Perunggu, sekitar 4.500 tahun lalu. Hal ini membuktikan jika penyakit mematikan di abad ke-6 ini menginfeksi manusia secara luas di seluruh Eurasia dari dahulu kala.

Hasil tersebut didapatkan dari analisis genom 304 individu yang hidup antara 7000 hingga 200 tahun yang lalu. DNA individu didapat dari sementum gigi dan petrosa (tulang padat) yang jadi bagian dari tulang temporal. Bagian-bagian ini lebih banyak melindungi DNA.

Baca juga: Bukan Tikus, Ternyata Inilah yang Menyebarkan Wabah Maut Hitam

Penelitian yang dipimpin oleh ahli genetika Eske Willerslev ini dibagi menjadi dua tim terpisah. Tim pertama mengurutkan genom dari 137 individu yang berasal dari Eurasia untuk melacak transisi dari masa ke masa.

Selanjutnya, tim kedua menggunakan pengurutan DNA studi pertama ditambah genom lain yang sudah diurutkan.

Dari analisis genom itu, akhirnya peneliti menemukan gen Hepatitis B, baik itu lengkap atau parsial, termasuk juga yang sudah punah pada 25 individu.

"Kami menunjukkan bahwa individu di seluruh Eurasia terinfeksi secara luas selama ribuan tahun. Meskipun usia sampel dan teks diagnostik tidak sempurna, namun data kami menunjukkan adanya proporsi yang tinggi terhadap Hepatitis B," jelas Willerslev.

Selanjutnya, peneliti membandingkan genom Hepatitis B manusia dengan non-manusia untuk melihat bagaimana virus berubah selama ribuan tahun.

"Ini masih menjadi masalah bahkan hingga hari ini. Sudah banyak diskusi mengenai tingkat mutasi virus ini. Beberapa sudah bermutasi di masa lalu dan beberapa mutasi mungkin bisa terjadi lagi," kata Willerslev.

Baca juga: Kena Penyakit Langka, Tulang-tulang Perempuan Ini Lenyap

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

Fenomena
Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Oh Begitu
Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Oh Begitu
Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Oh Begitu
Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Oh Begitu
Dianggap Tularkan Virus Cacar Monyet, Monyet di Brasil Diracuni

Dianggap Tularkan Virus Cacar Monyet, Monyet di Brasil Diracuni

Fenomena
4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

Oh Begitu
Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Oh Begitu
Apa Itu Eksositosis?

Apa Itu Eksositosis?

Oh Begitu
Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.