BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Schneider

Terbongkar, Begini Jurus Rumah Sakit Menjaga Reputasi Baik!

Kompas.com - 23/04/2018, 09:22 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Bukan rahasia, rumah sakit adalah salah satu fasilitas publik yang tak pernah berhenti beroperasi. Kehidupan bergulir terus di dalamnya, 7 x 24 jam.

Kondisi tersebut menimbulkan sejumlah tantangan dalam operasionalnya, ambil contoh dari aspek energi.

Utamanya pada wilayah terpencil di mana kapasitas listrik umumnya terbatas. Kalaupun ada, pemadaman listrik sering kali masih terjadi.

Terbatasnya listrik tersebut bisa berdampak pada kualitas layanan, keselamatan pasien, hingga merusak reputasi rumah sakit.

Maka dari itu, memastikan daya listrik tersedia cukup di semua ruang amatlah penting. Ruang operasi, ruang gawat darurat, dan kamar pasien selayaknya menjadi fokus utama pengelola rumah sakit.

Rumah sakit biasanya memiliki cadangan generator yang dapat memasok listrik saat ada pemadaman. Namun, pergantian antara listrik utama dengan listrik dari generator membutuhkan waktu,” ucap Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly dalam Innovation Summit 2018, di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Untuk menjawab tantangan jeda waktu itu, lanjut Xavier, kehadiran uninterruptible power supply (UPS) dan trafo isolasi dapat menjadi solusi.

Jika terjadi kegagalan daya, sistem akan memicu suara alarm untuk mengingatkan staf rumah sakit.

Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly berbicara dalam Innovation Summit 2018 Schneider Electric, di Jakarta, Rabu (18/4/2018)KOMPAS.com/HARIS PRAHARA Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly berbicara dalam Innovation Summit 2018 Schneider Electric, di Jakarta, Rabu (18/4/2018)
Setelah itu, sistem UPS secara otomatis menggantikan pasokan daya cadangan sementara ke ruangan-ruangan utama, serta memberikan cukup waktu untuk aktifnya pembangkit listrik alternatif.

Xavier lantas memberikan contoh praktik rumah sakit yang mampu melakukan manajemen energi dengan baik. Contoh tersebut adalah RS Indriati di Solo, Jawa Tengah.

Terkait hal itu, Direktur RS Indriati, Andrew Santoso, mengatakan, kualitas layanan adalah kunci rumah sakit dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Karena itulah, pihaknya berupaya semaksimal mungkin mengatasi tantangan operasional sehari-hari, khususnya terkait listrik.

Andrew mengakui, stabilitas listrik menjadi tantangan tersendiri bagi RS Indriati yang terletak di daerah berkembang.

Namun, hal itu disebut Andrew bukanlah alasan untuk tidak memberikan layanan prima bagi para pasiennya.

Ilustrasi rumah sakitSHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit
“Setiap rumah sakit selayaknya menyajikan kualitas layanan terbaik, tanpa meninggalkan aspek safety (keamanan),” ucapnya.

Untuk meminimalkan terganggunya layanan, kata dia, RS Indriati menggunakan teknologi EcoStruxure dari Schneider Electric.

Melalui teknologi itu, Andrew mengklaim, RS Indriati dapat mengurangi hingga 40 persen downtime akibat kurang stabilnya aliran listrik.

Asal tahu saja, EcoStruxure merupakan solusi manajemen energi berbasis digital yang dapat membantu operasional sejumlah bidang, seperti gedung perkantoran, rumah sakit, dan lain sebagainya.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.