Kompas.com - 12/04/2018, 19:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Demensia bisa melanda siapa saja. Bila itu terjadio [ada orangtua Anda, jangan biarkan, beri perhatian.

Hal itu diungkapkan oleh dr.Gea Pandhita, M.Kes, Sp.S dalam diskusi tentang demensia yang digelar Rumah Sakit Pondok Indah pada Kamis (12/4/2018).

Gea menerangkan, demensia atau pikun bukan sekadar pelupa. Itu terjadi karena sel daraf otak berkurang jumlah dan fungsinya serta bagian hippocampus yang mulai mengerut.

“Dimensia atau pikun itu penurunan fungsi kognitif yang disertai perubahan perilaku,”ujar Gea Pandhita.

Orang yang pikun akan terbata untuk mengungkapkan bahasan, mengulang dan menceritakan hal yang sama, tiba-tiba kehilangan kegembiraan, enggan melakukan hobi dan menarik diri.

Gea mengajak agar orang terdekat tidak membiarkannya. Pembiaran pada lansia yang pikun akan memperburuk keadaan. Lansia bisa mengalami depresi.

Pada level yang ekstrem, demensia bisa diikuti dengan usaha melukai diri dengan benda di sekitarnya, mering menuduh serta marah-marah pada orang lain.

"Dia sadar kalau pikun makanya lebih terpicu untuk depresi,” ungkap Gea.

Baca juga : Berpikir Positiflah, Anda Akan Terhindar dari Demensia!

Kendati tidak bisa disembuhkan, perhatian dari keluarga setidaknya memperlambat fungsi kognitif secara progresif.

Ada baiknya agar lansia yang pikun tidak dibawa ke panti jompo. Pasalnya, stimulasi sosial supaya otak tetap bekerja lebih mudah dilakukan keluarga yang sudah mengenalnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.