Kompas.com - 10/04/2018, 11:30 WIB

Kasus yang jarang terjadi ini dilaporkan oleh Gunasekaran bersama timnya dalam jurnal BMJ yang terbit Senin (9/4/2018). Di dalamnya dijelaskan tentang gejala, diagnosis, dan perawatan untuk pria tersebut.

"Lewat kasus ini, masyarakat harus sadar bahwa mungkin ada gejala yang parah setelah memakan cabai seperti Carolina Reaper," kata Gunasekaran.

"Jika Anda mengalami gejala yang sama, segera periksakan. Sebab, apabila penyempitan pembuluh darah terjadi di jantung, itu akan mengakibatkan serangan jantung. Bila penyempitan pembuluh darah di otak, bisa menyebabkan stroke," jelasnya.

Baca juga : Napas Naga, Cabai Terpedas di Dunia, Sensasinya Bisa Membunuh Kita

Cabai carolina Reaper

Sebagai informasi, cabai Carolina Reaper disebut sebagai cabai perpedas di dunia karena memiliki lebih banyak capsaicinoid atau senyawa yang menghasilkan efek pedas dibanding cabai lainnya.

Dalam laporan tersebut, penulis juga menambahkan fakta bahwa makan cabai rawit telah dikaitkan dengan serangan jantung.

Meski senyawa capsaicinoid terbukti dapat membantu meningkatkan metabolisme, menurunkan berat badan, dan mengurangi nyeri sendi, untuk Carolina Reaper mungkin harus dihindari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Newsweek,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.