Kompas.com - 10/04/2018, 07:06 WIB
Ilustrasi lansia. ThinkstockphotosIlustrasi lansia.

KOMPAS.com — Peregangan otot secara teratur sangat bermanfaat bagi para manula yang mobilitasnya sudah mulai berkurang. Selain minim cidera, peregangan otot juga memperlancar peredaran darah di tubuh.

Selama ini kita mengenal peregangan otot sebagai pemanasan dan pendinginan ketika berolahraga. Gerakannya santai dan perlahan.

Sejumlah peneliti dari Universitas Negeri Florida, Universitas Negeri Kansas dan Universitas Elektro Komunikasi di Tokyo meneliti latihan tersebut dan menemukan bahwa peregangan otot secara teratur selama lima kali setiap seminggu dalam satu bulan akan meningkatkan aliran darah ke otot-otot kaki bagian bawah.

Secara detail, gerakan tersebut meningkatkan fungsi arteri di otot-otot kaki bawah dan meningkatkan jumlah kapiler di dalam otot yang diregangkan.

Baca Juga: Apakah Gizi Buruk Sebabkan Otot Lemah dan Tak Bisa Berjalan?

Apabila gerakan tersebut dilakukan secara teratur, para manula akan dapat mengatasi rasa sakit pada kaki saat berjalan.

Selain itu, gerakan tersebut berpotensi baik bagi pengidap penyempitan arteri atau pasien diebetes. Pasalnya, peregangan otot meningkatkan aliran darah ke tungkai bawah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil ini didapatkan oleh para peneliti berdasarkan uji coba terhadap tikus yang sudah tua. Para peneliti memasang splint di salah satu kaki tikus bagian tungkai bawah agar otot betisnya meregang. Splint ini dipasang tiga puluh menit selama lima hari dalam satu bulan.

Peneliti mengamati kondisi aliran darah, fungsi arteri, dan jumlah kapiler di otot-otot betis tikus pada saat otot meregang dan tidak meregang yang saling terkait. 

"Kami tidak menguji berapa jarak peregangan atau berapa lama waktu peregangannya. Namun, ada kemungkinan  apabila peregangan lebih sering dilakukan selama periode empat minggu, akan memiliki manfaat yang lebih besar," kata Dr Judy Muller-Delp, Profesor Ilmu Biomedis dari Universitas Negeri Florida, dan juga sebagai pimpinan penelitian, dikutip dari Eurekalert, Rabu (4/4/2018).

"Manfaat yang lebih besar juga akan terlihat jika peregangan berlanjut selama lebih dari empat minggu," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber EurekAlert
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.