Ohio Diserang Zombie Rakun, Apa yang Terjadi?

Kompas.com - 06/04/2018, 13:01 WIB
Salah satu rakun yang menunjukkan perilaku aneh karena penyakit distemper di Youngstown, Ohio, pada 30 Maret 2018. Salah satu rakun yang menunjukkan perilaku aneh karena penyakit distemper di Youngstown, Ohio, pada 30 Maret 2018.

KOMPAS.com - Dalam tiga pekan terakhir kepolisian Youngstown, Ohio, AS, menerima pulahan laporan tentang rakun yang bertindak aneh seperti zombie di siang bolong.

Seorang warga bernama Robert Coggeshall menceritakan ia melihat salah satu rakun yang bertingkah aneh saat sedang bermain dengan anjing peliharaannya.

" Rakun itu berdiri dengan kaki belakangnya dan memamerkan giginya yang tajam. Air liurnya menetes dari mulut. Namun tiba-tiba ia jatuh dengan kondisi yang mirip koma. Jatuhnya tidak lama, rakun langsung bangun dalam kondisi lemah, berputar, kemudian bangkit dengan kaki belakangnya lagi. Kejadian seperti itu berulang dua sampai tiga kali," kata Robert dilansir Washington Post, Kamis (5/4/2018).

Terkait kondisi yang menyeramkan ini, Departemen Sumber Daya Alam Ohio berkata kepada kepada pemberitaan lokal WKBN-TV, perilaku rakun itu bukan karena rabies. Para rakun di Ohio kemungkinan menderita penyakit distemper.

Baca juga : Japanese Encephalitis, Penyakit Radang Otak yang Ditularkan Nyamuk

"Rakun benar-benar rentan terhadap penyakit yang mungkin dapat menghancurkan populasi mereka," kata Geoff Westerfield, ahli biologi margasatwa di Divisi Satwa Liar Departemen Sumber Daya Alam Ohio.

Menurut American Kennel Club (AKC) distemper adalah virus serius bernama virus distemper canine yang menyerang anjing dan beberapa hewan liar seperti rakun, rubah, serigala, sigung, dan musang.

Virus distemper canine termasuk dalam keluarga virus paramyxoviruses dan berhubungan dengan virus yang menyebabkan penyakit campak pada manusia.

Menurut American Veterinary Medical Association (AVMA), virus ini menyerang pernapasan, pencernaan, dan saraf. gejala awal ditandai dengan keluarnya nanah dari mata, demam, nafsu makan berkurang, keluar cairan dari hidung, batuk,dan muntah.

Baca juga : Loch Ness Terdampar di Pantai Georgia, Hewan Apa Sebenarnya?

Dilansir Live Science, Kamis (5/4/2018), AVMA mencatat setelah penyakit menyebar, hewan dapat mengembangkan gejala-gejala neurologis termasuk kedutan otot, kejang-kejang dengan gerakan rahang, hingga kelumpuhan. Hewan biasanya menunjukkan perubahan perilaku seperti memiringkan kepalanya. Ciri-ciri distemper sangat mirip dengan rabies.

Polisi setempat telah merobohkan 14 rakun yang terinfeksi distemper.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X