Kompas.com - 05/04/2018, 18:07 WIB
Mikroplastik Oregon State UniversityMikroplastik

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan penemuan mikroplastik pada dua merk air minum kemasan. Hal ini mengundang kekhawatiran pada sebagian masyarakat.

Namun, ternyata tak hanya air minum kemasan yang mengandung mikroplastik.
Sebuah penelitian terbaru dari Heriot-Watt University, Skotlandia menunjukkan bahwa setiap makanan utama yang kita makan mengandung, rata-rata, lebih dari 100 partikel mikroplastik.

Menurut para ilmuwan, mikroplastik ini mungkin berasal dari kain sintetis dan perabotan lembut yang secara bertahap memecah dan terikat menjadi debu rumah tangga. Debu inilah yang kemudian jatuh pada makanan dan dikonsumsi manusia.

Dalam laporannya di jurnal Environmental Pollution, para peneliti memperkirakan bahwa rata-rata setiap orang menelan 13.732 hingga 68.415 partikel mikroplastik setiap tahunnya.
Mikroplastik ini didapatkan dari mana saja.

Baca juga: BPOM Tanggapi Isu Mikroplastik di Air Minum dalam Kemasan

Untuk mendapat temuan ini, para peneliti membandingkan jumlah serat plastik yang ditemukan dalam kerang hingga makanan rumahan.

Mereka menempatkan cawan Petri yang berisi penangkap debu lengket di samping piring makanan di tiga rumah makan selama 20 menit. Hasilnya, rata-rata mereka menemukan 114 serat plastik pada penangkap debu tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, mereka hanya menemukan kurang dari dua serat plastik dalam kerang.

"Hasil ini mungkin mengejutkan bagi beberapa beberapa orang yang mungkin mengharapkan mukroplastik dalam makanan laut lebih tinggi daripada yang ada pada debu rumah tangga," ungkap Ted Henry, penulis senior penelitian ini dikutip dari Newsweek, Rabu (04/04/2018).

Penelitian ini menunjukkan skala pencemaran mikroplastik di semua area lingkungan. Sebelumnya, kita mungkin hanya tahu bahwa mikroplastik mencemari lautan.

Namun, kini kita bahkan mungkin menghirup partikel mikroplastik melalui udara.

Sayangnya, meski jumlah mikroplastik yang tertelan cukup banyak, tapi para peneliti belum mengetahui secara pasti apa dampak konsumsi mikroplastik. Ini karena penelitian tentang masalah ini masih sangat kurang.

Beberapa kalangan mulai mengungkapkan kekhawatirannya terhadap bahaya partikel-partikel kecil ini. Terutama, bahaya menelan mikroplastik pada kesehatan manusia.

Untuk itu, penelitian lanjutan mengenai dampak mikroplastik perlu dilakukan.

Baca juga: Mikroplastik Masuk Tubuh, Ini yang Bakal Terjadi Menurut Ahli

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.