Kompas.com - 29/03/2018, 12:07 WIB

KOMPAS.com – Sebuah studi yang baru dipublikasikan dalam jurnal PNAS mengungkapkan bahwa dari 2010 ke 2015, penggunaan antibiotik di seluruh dunia naik 39 persen.

Hasil tersebut ditemukan setelah para peneliti mempelajari konsumsi antibiotik oleh manusia di 76 negara selama beberapa tahun .

Untuk setiap 1.000 orang, penggunaan antibiotik naik dari 11,3 dosis per hari pada 2000 menjadi 15,7 dosis per hari pada 2015.

Secara khusus, para peneliti menyoroti penggunaan penicilin, jenis antibiotik yang paling umum, karena meningkat 36 persen.

Baca juga : Bagaimana Resistensi Antibiotik Bisa Terjadi?

Kenaikan penggunaan antibiotik ini dikhawatirkan bisa menimbulkan resistensi. Pasalnya menurut perkiraan pakar ekonomi Jim O’Neill dalam laporan berjudul The Review on Antimicrobial Resistance yang dipublikasikan pada 2014, sebanyak 10 juta kematian akibat resistensi antibiotik bisa terjadi pada 2050 jika konsumsi antibiotik kita tidak berubah.

Namun, para peneliti yang bekerja dalam studi baru ini menilai bahwa kenaikan penggunaan antibiotik yang mereka temukan tidak sepenuhnya buruk.

Sebab, kenaikan yang paling dramatis terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, yakni 114 persen; sedangkan penggunaan antibiotik di negara-negara berpenghasilan tinggi menurun.

Baca juga : Anda Harus Tahu, Antibiotik Tidak Sembuhkan Semua Penyakit

Selama ini, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah memiliki tingkat penggunaan antibiotik yang rendah karena kurangnya akses terhadap antibiotik.

Eili Klein, peneliti dari Center for Disease Dynamics, Economics & Policy (CDDEP) yang menulis studi ini, mengatakan, (penggunaan antibiotik) adalah usaha keseimbangan yang sangat sulit. Kenaikan ini menunjukkan bahwa ada lebih banyak orang yang mampu mengakses obat-obatan untuk menyelamatkan nyawa.

“Ini bukan hal buruk, tetapi kebanyakan infeksi ini sebetulnya dapat dicegah. Artinya, penyelesaian dari masalah ini tidak hanya sekadar mengurangi konsumsi antibiotik,” ujarnya, seperti dikutip Time, Senin (26/2/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Time

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.