Kompas.com - 27/03/2018, 20:33 WIB
hujan meteor Leonid 2001di Arizona hujan meteor Leonid 2001di Arizona

KOMPAS.com - Hujan meteor adalah salah satu fenomena alam yang cukup langka. Fenomena ini belum tentu terjadi sebulan sekali.

Namun, bagaimana jadinya jika akan ada hujan meteor buatan?

Ya, ide hujan meteor buatan ini dilontarkan oleh sebuah perusahaan Jepang bernama Astro Live Experience (ALE). Pada 2016, ALE mengumumkan rencananya untuk menjatuhkan semacam peluru metalik dari ruang angkasa untuk membuat fenomena tersebut.

Peluru tersebut akan dijatuhkan dari satelet ruang angkasa milik perusahaan itu agar saat memasuki atmosfer terbakar terang seperti meteor. Peluru tersebut terbuat dari tembaga untuk menciptakan warna hijau, barium untuk warna biru, serta potasum, rubidium, dan cesium untuk menciptakan warna ungu di langit.

Baca juga: Ini 3200 Phaethon, Asteroid Aneh yang Jadi Induk Hujan Meteor Geminid

Menurut laporan, satelit milik ALE akan membawa sekitar 1.000 peluru yang berharga Rp 4,1 triliun.

Dalam klarifikasinya, perusahaan tersebut menyebut mereka berharap dapat melakukan pertunjukkan pertamanya di Hiroshima, Jepang pada pertengahan 2019.

Meski belum menyebut berapa harga pembuatan hujan meteor pribadi tersebut, namun dengan modal yang begitu besar, bisa diprediksi harganya pun akan mahal. ALE juga mengatakan bahwa mereka akan menawarkan layanan ini kepada siapapun yang mampu membayarnya.

Mereka menyebut bahwa hujan meteor buatan ini menjadi cara baru untuk sebuah perayaan.

Dirangkum dari Live Science, Senin (26/03/2018), ide dari perusahaan Jepang ini mendapat tentangan dari para ahli. Apalagi dengan makin banyaknya sampah antariksa yang ada saat ini.

Para ahli mengatakan, menempatkan hal tersebut di antariksa merupakan upaya sembrono dan penuh risiko.

Menyadari risiko ide yang besar, pihak ALE menyebut akan membatalkan pertunjukan hujan meteor buatan ini jika ada bahaya dalam radius 200 kilometer dari satelit lain. ALE juga menambahkan bahwa mereka telah menghitung risiko tabrakan pada orbit sangat rendah yang direncanakan minimal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.