Kompas.com - 19/03/2018, 21:17 WIB

KOMPAS.com - Penyakit bawaan seperti Rubella bisa mengakibatkan bayi lahir dengan kelainan mata. Kornea yang semestinya bening akan keruh.

Apabila anak terkena gangguan penglihatan demikian, maka fungsi penglihatan anak akan berkurang dan berakhir pada kebutaan. Transplantasi kornea diperlukan.

Ketua Bank Mata Indonesia, Tjahjono D. Gondhowiardjo, mengatakan, salah satu kesulitan penanganan penyakit mata pada anak adalah minimnya donor kornea.

Menurut Tjahjono, anak harus menerima donor kornea dari anak juga, bukan dari orang dewasa.

Pasalnya ketebalan kornea bayi umumnya lebih kecil dari ketebalan kornea dewasa. Ukuran kornea mata pada dewasa yakni 540 mikron atau setengah millimeter.

Baca juga : Kebutaan Kornea adalah Masalah Sosial, Peran Anda Dibutuhkan

Kesulitan lain adalah teknis transplantasi. Kornea anak punya kelenturan tinggi yang gampang berkerut. Ini membuat dokter perlu ketelitian saat tindakan transplantasi pada bayi.

“Proses penyembuhan butuh usaha yang lebih. Risiko pada anak lebih tinggi, tapi kebutuhannya juga tinggi. Sebab harus segera dilakukan,” ujar Tjahjono.

Transplantasi sejak dini akan meningkatkan peluang anak memiliki penglihatan normal ketika dewasa. Karenanya, tantangan transplantasi perlu diatasi.

“Di Indonesia cangkok paling muda pada anak umur dua tahun. Sedangkan di Singapura sudah ada yang dari usia enam bulan,” ujar Ketua Lions Eye Bank Jakarta, Sharita Siregar

Ia mengungkap, umumnya anak baru bisa menjalani transplantasi setelah menunggu satu hingga tahun lamanya saking terbatasnya donor kornea anak.

Pihaknya tengah berupaya meningkatkan kornea donor pada dewasa karena juga masih kekurangan. Lalu akan menggencarkan donor kornea pada anak.

Baca juga : Mata Minus Tetap Bisa Jadi Donor Mata, Ayo Ikut Atasi Kebutaan

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi Ungkap Astronot Berisiko Alami Tulang Keropos Saat di Luar Angkasa

Studi Ungkap Astronot Berisiko Alami Tulang Keropos Saat di Luar Angkasa

Oh Begitu
Simbiosis Parasitisme: Pengertian dan Contohnya

Simbiosis Parasitisme: Pengertian dan Contohnya

Oh Begitu
Apa Itu Intrusi Air Laut?

Apa Itu Intrusi Air Laut?

Fenomena
Pesawat Ruang Angkasa China Berhasil Merekam Gambar Seluruh Permukaan Planet Mars, Seperti Apa?

Pesawat Ruang Angkasa China Berhasil Merekam Gambar Seluruh Permukaan Planet Mars, Seperti Apa?

Fenomena
5 Fakta Subvarian BA.4 dan BA.5, Karakteristik hingga Upaya Pencegahannya

5 Fakta Subvarian BA.4 dan BA.5, Karakteristik hingga Upaya Pencegahannya

Oh Begitu
5 Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Kesehatan

5 Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Kesehatan

Oh Begitu
Beredar Kabar Hujan Salju di Indonesia pada 7 Agustus 2022, Benarkah?

Beredar Kabar Hujan Salju di Indonesia pada 7 Agustus 2022, Benarkah?

Oh Begitu
Siklon Tropis Chaba Diperkirakan Menguat 24 Jam ke Depan, Waspada Dampaknya

Siklon Tropis Chaba Diperkirakan Menguat 24 Jam ke Depan, Waspada Dampaknya

Fenomena
Fenomena Langit Juli 2022: Supermoon hingga 3 Asteroid Dekat Bumi

Fenomena Langit Juli 2022: Supermoon hingga 3 Asteroid Dekat Bumi

Fenomena
Anak Pendek Belum Tentu Stunting, Ketahui Ciri-cirinya

Anak Pendek Belum Tentu Stunting, Ketahui Ciri-cirinya

Kita
Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

Kita
Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

Oh Begitu
Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

Oh Begitu
Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

Oh Begitu
Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.