Mata Minus Tetap Bisa Jadi Donor Mata, Ayo Ikut Atasi Kebutaan - Kompas.com

Mata Minus Tetap Bisa Jadi Donor Mata, Ayo Ikut Atasi Kebutaan

Kompas.com - 12/03/2018, 17:24 WIB
Ilustrasithinkstockphotos Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bank Mata Indonesia, Tjahjono D. Gondhowiardjo mengatakan, siapa pun bisa menjadi pendonor mata asalkan memenuhi syarat-syarat kesehatan yang ditetapkan.

Saat ini kebutuhan kornea  bagi pasien kebutaan belum terpenuhi dari pendonor lokal. Indonesia masih harus menerima kornea donor dari Belanda, Amerika Serikat, Filipina, dan Nepal.

Dalam temu media yang digelar Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center pada Sabtu (10/3/2018) di Jakarta, Tjahjono mengungkapkan bahwa meskipun harus memenuhi persyaratan, menjadi donor mata tak serumit yang dikira.

“Semua orang bisa mendonorkan matanya kelak saat meninggal, berapun usianya. Asalkan tidak meninggal karena penyakit infeksi berat seperti sepsis, penyakit parah seperti kanker, dan penyakit menular kayak hepatitis, sifilis, dan AIDS,” ujar Tjahjono.

Tjahjono meluruskan, donor mata bukanlah menyerahkan bola mata secara utuh. Hanya  jaringan pada kornea yang diambil. Kornea sendiri adalah bagian terluar mata berupa lapisan bening.

Tjahjono melanjutkan, keluarga pendonor harus lekas melapor Bank Mata Indonesia ketika pendonor meninggal. Sebaiknya Bank Mata Indonesia dikabari maksimal enam jam paska pendonor menghembuskan napas terakhir.

Baca juga : Perokok 4 Kali Lebih Berisiko Alami Kebutaan

“Petugas harus mengambil data secepatnya soal darah pendonor. Kelopak pendonor segera diberi ice pack supaya temperatur turun. Lalu petugas juga akan melihat endotel di mata,” ujarnya.

Pemberian es pada kelopak mata untuk menekan laju kerusakan kornea. Endotel yang diperiksa harus pada tingkatan 2000/ mm2. Kornea sebagai lapisan bening normalnya tidak memiliki pembuluh darah.

Apabila ditemukan pembuluh darah pada kornea pendonor, maka kornea tersebut tidak bisa dicangkokan ke pasien.

Setelah diambil, kornea disimpan dalam lemari berpendingin yang diberi gliserin dan anhidrat. Untuk selanjutnya siap ditransplantasikan ke pasien dalam kurun 3-4 hari mendatang.

Ketua Lions Eye Bank Jakarta, Sharita R Siregar, menambahkan, kondisi mata pendonor yang minus atau berkacamata tetap boleh disumbangkan.

“Asalkan ada izin dari si pendonor dan keluarganya. Lalu yang penting dipastikan kalau meninggalnya tidak ada infeksi. Kornea juga harus bening tidak ada bekas luka,” katanya.

Sharita berharap pendonor mata lokal bisa bertambah. Ia berkaca pada negara lain seperti Amerika Serikat yang berhasil mentransplantasikan 42 ribu kornea ke pasien kebutaan.

Harapannya, Lions Eye Bank Jakarta bisa melakukan cangkok mata sebanyak 30 kali tiap bulan. Sharita membeberkan, biaya cangkok mata yang di Lions Eye Bank Jakarta relatif lebih murah dibandingkan negara lain, di kisaran 50 juta rupiah. Dibandingkan dengan biaya cangkok kornea di Singapura sekitar sebesar 400 juta rupiah.

Baca juga : Peneliti Kembangkan Obat Tetes Untuk Perbaiki Mata Minus Tanpa Operasi  


 

 

Komentar
Close Ads X