Kompas.com - 01/03/2018, 20:03 WIB

KOMPAS.com — Selama ini, para peneliti beranggapan bahwa hiu berinsang enam di Samudra Atlantik adalah spesies yang sama dengan Hexanchus nakamurai. Namun, riset baru membuktikan bahwa spesies ini berbeda dengan hiu berinsang enam yang berenang di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Hal ini terungkap setelah sekolompok pakar biologi kelautan yang dipimpin oleh Ketua Shark Conservation Lab dari Florida Institute of Technology, Toby Daly-Engel, menganalisis 1.310 pasang gen mitokondria dari hiu-hiu di ketiga samudra tersebut.

Hasil yang telah dipublikasikan dalam jurnal Marine Biodiversity mengumumkan bahwa ikan hiu berinsang enam adalah spesies baru yang kini bernama Hexanchus vitulus.

H vitulus adalah hiu yang sangat unik. Ia memiliki enam insang, tidak seperti mayoritas hiu yang berinsang enam. Selain itu, spesies ini pertama kali muncul lebih dari 250 juta tahun yang lalu atau sebelum dinosaurus berjalan di bumi.

Baca juga : Spesies Gajah Baru Ditemukan, Kini Totalnya Ada 3 di Dunia

Namun, gaya hidup yang menyendiri di laut dalam dan kemampuan reproduksi yang lambat membuat ikan ini terkesan sangat misterius.

“Apa yang luar biasa dari hiu ini adalah mereka sangat misterius; genetika adalah satu-satunya tanda bahwa mereka spesies yang berbeda,” kata Daly-Engel kepada Atlas Obscura, Rabu (21/2/2018).

“Mereka sangat besar, hidup di laut dalam, dan jarang tertangkap sehingga sangat sulit untuk membandingkan satu spesimen dengan spesimen lainnya,” imbuhnya.

Melalui penelitian ini, Daly-Engel dan tim berharap agar kesadaran masyarakat dalam melindungi H vitulus meningkat.

“Sekarang kita tahu bahwa ada dua spesies unik. Kita juga memiliki perkiraan mengenai variasi populasi (hiu) insang enam. Jadi, kita tahu bahwa jika salah satu spesies terlalu banyak ditangkap, mereka tidak akan bisa diganti dengan hiu dari bagian dunia yang lain,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.