Kompas.com - 17/02/2018, 20:05 WIB
Seornag pria diantar ambulans setelah mengalami kecelakan kereta api. Studi baru menunjukkan gen kita tetap aktif saat kita sudah meninggal. Ini membantu untuk memperkirakan waktu kematian lebih baik. Seornag pria diantar ambulans setelah mengalami kecelakan kereta api. Studi baru menunjukkan gen kita tetap aktif saat kita sudah meninggal. Ini membantu untuk memperkirakan waktu kematian lebih baik.


KOMPAS.com - Penelitian tentang bagaimana kematian memengaruhi gen masih sangat sedikit dilakukan. 

Peneliti dari Eropa dan Amerika berhasil memecahkan perilaku gen setelah jantung berhenti berdetak. Mereka menemukan hal menarik yang dapat meluruskan asumsi selama ini.

Dalam temuan tersebut, peneliti membuktikan saat jantung sudah berhenti berdetak sebenarnya ada beberapa gen yang tetap aktif. Di antaranya terjadi pada kulit, paru-paru, dan beberapa jaringan tubuh lain.

Pemahaman baru ini akan sangat membantu ahli forensik menentukan kapan tepatnya seseorang meninggal juga menambah pengetahhuan kita tentang bagaimana gen bekerja.

Baca juga : Gen Disebut Bisa Memprediksi Penyakit, Ini Maknanya bagi Kita

Untuk memecahkan persoalan apakah gen tetap aktif setelah kematian, sekelompok peneliti Internasional mengukur seberapa kuat sebuah gen diekspresikan.

Tim menggunakan sampel jaringan yang didapat dari proyek American Genotype-Tissue Expression. Sebuah proyek yang didanai pemerintah AS untuk mempelajari genetika yang mencakup sampel jaringan dari pasien yang masih hidup atau yang sudah mati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka mengamati 36 sampel darah dan jaringan yang berbeda dari 540 pendonor yang sudah meninggal pada interval waktu berbeda dan mencari aktivitas gen meningkat atau turun secara signifikan lewat perangkat lunak yang dapat menganalisis pola gen tersebut.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada Selasa (13/2/2018) di Nature Communication, tim ilmuwan menemukan bahwa ada beberapa aktivitas gen yang tidak langsung berhenti begitu saja.

Mereka menemukan aktivitas gen di beberapa jaringan seperti otot langsung turun begitu darah berhenti mengalir. Namun pada beberapa jaringan lain justru menunjukkan aktivitas yang terus berlanjut dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

"Respon terhadap kematian organ cukup spesifik. Saat darah berhenti mengalir, ada beberapa sel yang meningkatkan produksi hemoglobin untuk mengurangi sisa oksigen yang tersisa," kata ahli biologi molekuler, Roderic Guigó dari Center for Genomic Regulation di Barcelona, Spanyol, dilansir dari ABC News, Rabu (14/2/2018).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.