Kompas.com - 16/02/2018, 11:06 WIB

 

KOMPAS.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan penjelasan resmi terkait kandungan policresulen yang terdapat dalam produk Albothyl pada Kamis (15/2/2018) malam.

Dalam pernyataan pers yang diterima Kompas.com, dijelaskan bahwa obat itu tidak boleh digunakan sebagai hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan serta penggunaan pada kulit (dermatologi); telinga, hidung dan tenggorokan (THT); sariawan (stomatitis aftosa); dan gigi (odontologi).

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, kandungan policresulen sebenarnya ditujukan untuk apa?

"Kalau melihat indikasinya, antara lain untuk kelainan pada kulit (anus dan vagina)," ungkap drg Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, PhD melalui sambungan telepon kepada Kompas.com, Kamis (15/2/2018).

Baca juga: BPOM Imbau Masyarakat Hentikan Penggunaan Albothyl

"Mukosa kulit, secara anatomi jaringannya sedikit berbeda dengan mukosa mulut. Salah satu kegunaan policresulen adalah untuk membakar jaringan sehingga pendarahannya berhenti," imbuhnya.

Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia (ISPMI) ini juga menjelaskan, policresulen mungkin bisa digunakan untuk tujuan tersebut pada bagian tubuh lain, kecuali mulut.

Pendapat hampir sama disampaikan drg Widya Apsari, SpPM. Dokter spesialis penyakit mulut ini menyebut policresulen umumnya digunakan untuk bagian anus dan vagina.

"Sejauh yang saya baca di jurnal, yang bisa saya temukan, penggunaannya untuk anus dan vagina," kata Widya.

Kedua dokter ini juga sepakat bahwa policresulen memang tidak tepat digunakan sebagai obat sariawan atau mulut. Menurut Rahmi, Itu disebabkan oleh pH policresulen yang sangat rendah dan dapat menyebabkan nekrosis (kematian jaringan).

"Tapi policresulen (di Indonesia) identik dengan sariawan. Sebenarnya kalau diperhatikan, hal ini tidak begitu tepat," ungkap Rahmi.

"Kalau sifatnya membakar jaringan, mungkin sifatnya secara dermatologis yang saya baca dalam beberapa jurnal," sambungnya.

Baca juga: Viral Surat BPOM soal Albothyl, Ini Kata Ahli

Kesimpulan serupa juga diungkapkan oleh Widya. Hingga saat ini, dia menyebut belum menemukan penelitian yang mendukung penggunaan policresulen untuk mulut.

"Saya tidak bisa menemukan jurnal valid terkait policresulen untuk penggunaan mulut," tutup Widya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.