Kompas.com - 08/02/2018, 18:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Setidaknya sekali dalam seumur hidup, Anda pasti pernah melihat seseorang yang pada tahi lalatnya ditumbuhi bulu panjang. Bahkan, Anda sendiri mungkin juga memiliki tahi lalat seperti ini.

Namun, pernahkah Anda mempertanyakan mengapa bulu pada tahi lalat bisa tumbuh lebih subur daripada area sekitarnya?

Jika ya, maka Anda sedang beruntung karena Dermato-Venerologist dari Siloam Hospitals dr Edwin Tanihaha, SpKK, Dip. AAAM, MHKes, FKCCS punya jawabannya.

Dijelaskannya pada Kompas.com melalui pesan singkat pada Rabu (7/2/2018), sebenarnya tidak semua tahi lalat berbulu. Tahi lalat merupakan kumpulan pigmen yang memproduksi sel kulit dan bisa bervariasi menjadi berbulu atau tidak berbulu.

Baca juga : Tahi Lalat Buruk Rupa Ini Tanda Penyakit Mematikan, Apakah Anda Punya?

“Pada tahi lalat yang berbulu, folikel rambutnya lebih banyak. Selain itu, juga ada faktor genetik maupun hormonal yang membuat pertumbuhan rambutnya lebih banyak dibandingkan area wajah atau kulit yang lain,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karakteristik ini, kata dia, tidak mengindikasikan potensi tahi lalat menjadi kanker atau keganasan.

Meski demikian, Edwin tidak merekomendasikan mengganggu, menggaruk, atau mencabut bulu pada tahi lalat. Sebab, luka pada tahi lalat bisa meningkatkan risiko munculnya keganasan.

Seandainya tahi lalat dirasa menganggu Anda sebaiknya berkonsultasi ke spesialis kulit terlebih dahulu untuk menghilangkannya.

Baca juga : Jangan Ditiru! Ini Akibatnya bila Bersihkan Jerawat Pakai Pisau Kayu

Edwin mengatakan, prosedur untuk menghilangkan tahi lalat tergantung dari jenis tahi lalat, lokasi, bentuk dan kedalaman tahi lalat.

Untuk tahi lalat yang dangkal, dokter bisa melakukan tindakan laser atau elektrokauter yang berlangsung sekitar 5-10 menit per tahi lalat. Biasanya, prosedur ini hanya perlu dilakukan satu sampai dua kali untuk menghilangkan tahi lalat.

Sementara itu, tahi lalat yang lebih dalam dapat dihilangkan dengan bedah eksisi. Prosedur ini berlangsung selama 15 menit dan cukup dilakukan sekali saja.

“Risiko yang sering terjadi dari tindakan ini berupa scar atau jaringan parut,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.