Kompas.com - 08/02/2018, 12:33 WIB
Ilustrasi meditasi di bawah pohon Dmytro ShestakovIlustrasi meditasi di bawah pohon

KOMPAS.com - Dalam beberapa tahun terakhir, meditasi telah diklaim dapat mengubah bagaimana kita mengolah pribadi menjadi lebih baik untuk diri sendiri dan orang lain. 

Meditasi yang berfokus pada pernapasan dan pikiran ini dihubungkan dengan cara menurunkan stres, mendorong kita lebih berbelas kasih, dan membuat kita berada di sekitar orang-orang yang lebih baik. Pada akhirnya meditasi dipercaya dapat memberi manfaat secara psikologis maupun fisik.

Berangkat dari situ peneliti Eropa ingin melihat apakah klaim itu juga didukung oleh bukti ilmiah. Termasuk mengetahui apakah meditasi dapat digunakan untuk menumbuhkan kasih sayang, altruisme (kepedulian terhadap orang lain), dan hubungan sosial.

Penelitian terbaru yang telah dipublikasikan di Scientific Report, Senin (5/2/2018) menemukan bahwa meditasi bukan faktor utama mengubah orang menjadi lebih baik.

Baca juga : Begini Reaksi Otak Saat Meditasi

Tujuan penelitian yang dibuat oleh tim ilmuwan gabungan dari Universitas Coventry (Inggris), Universitas Massey (Selandia Baru), dan Universitas Radbound (belanda) untuk menepis mitos dari meditasi atau memperkuat klaim yang ada.

Mereka meninjau lebih dari 20 penelitian untuk melihat bagaimana praktik meditasi mendorong perhatian, kebaikan, atau perasaan sosial yang tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Analisis awal menunjukkan bahwa meditasi memang memiliki dampak positif secara keseluruhan.

Para periset mengatakan bahwa meditasi membuat orang merasa agak lebih berbelas kasih atau berempati, dibandingkan saat mereka tidak melakukan aktivitas ini.

Namun, analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa meditasi tidak memainkan peran penting dalam mengurangi perilaku agresi atau prasangka. Selain itu, terbangunnya hubungan secara sosial juga tidak dipengaruhi oleh meditasi.

Tim menemukan bahwa sebagian besar penelitian memiliki metodologi yang lemah. Dalam beberapa penelitian, ada banyak manfaat meditasi yang ditemukan jika guru meditasi juga terlebat dalam penelitian. Hal ini justru membuat penelitian menjadi lemah dan bias.

Halaman:


Sumber Newsweek
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.