Hilang 13 Tahun, Satelit NASA Ditemukan Kembali oleh Astronom Amatir - Kompas.com

Hilang 13 Tahun, Satelit NASA Ditemukan Kembali oleh Astronom Amatir

Kompas.com - 31/01/2018, 20:06 WIB
Satelit IMAGENASA Satelit IMAGE

KOMPAS.com -- Pada bulan Desember 2005, NASA mengumumkan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan satelit Magnetopause-to-Aurora Global Exploration (IMAGE).

IMAGE yang diluncurkan pada tahun 2000 untuk menganalisa dampak angin surya terhadap magnetosfer bumi sebetulnya telah melewati perkiraan usianya. Ia hanya direncanakan untuk misi dua tahun, tetapi terus mengirimkan data selama 5,8 tahun sebelum menghilang dari peredaran.

Kini, hampir 13 tahun telah berlalu dan seorang astronom amatir telah menemukan IMAGE kembali.

Dilaporkan oleh Smithsonian.com, Senin (29/1/2018), Scott Tilley menemukan IMAGE ketika menyelidiki satelit Zuma yang menghilang awal tahun ini.

Dia mencari di orbit bumi tinggi dan mendeteksi sinyal dari satelit 2000-017A, 26113. Sinyal tersebut adalah tanda yang digunakan oleh IMAGE.

Baca juga : Pertama dalam Sejarah, Ribuan Astronom Amatir Temukan Galaksi Baru

Tilley kemudian melaporkan temuannya dalam blog pribadinya Riddles in the Sky pada 21 Januari 2018, dan menarik perhatian astronom amatir lainnya yang turut melaporkan sinyal dari IMAGE.

Kepada AmericaSpace, Jeff Hayes selaku ilmuwan heliofisika di NASA, mengatakan, kita masih belum tahu secara pasti bila (sinyal) itu adalah IMAGE, tetapi kita sedang mencoba menghubungi orang-orang yang memiliki pengetahuan mengenai misi tersebut dan berusaha mendapatkan program yang sesuai jika ternyata memang IMAGE.

Sementara itu, Patricia Reiff selaku fisikawan plasma antariksa di Rice University yang juga mantan investigator dalam misi IMAGE berharap agar sinyal yang ditemukan Tilley memang IMAGE.

Pasalnya, belum ada satelit lain yang memiliki semua kemampuan IMAGE. Di dalam siaran pers resmi NASA, IMAGE disebut mampu memberi para peneliti pandangan luas mengenai gerakan partikel di magnetosfer, sekaligus menunjukkan bagaimana matahari berinteraksi dengan partikel-partikel tersebut.

“(IMAGE) sangat penting untuk membaca cuaca antariksa dan mempelajari respons global dari magnetosfer terhadap badai surya,” kata Reiff.


EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close Ads X