Kompas.com - 17/01/2018, 09:05 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Penggunaan zat kimia untuk membasmi hama tikus di ladang ganja ternyata berimbas kepada populasi burung hantu di California, Amerika Serikat. 

Tim peneliti dari University of California Davis sudah melakukan penelitian selama empat tahun di wilayah California barat daya, dan hasilnya sudah dipublikasikan di Avian Conservation and Ecology, Kamis (11/1/2-18).

Peneliti menguji 10 burung hantu berbintik (strix occidentalis caurina) yang masuk daftar "terancam" di wilayah utara dan 84 ekor burung hantu yang dilindungi dalam kurun waktu antara 2009 dan 2013.

Hasilnya, sekitar 40 ekor burung hantu terkontaminasi anticoagulant rodenticides secara lansung atau karena memangsa tikus yang sudah terkontaminasi rodentisida.

Baca Juga: Kasus Langka, Seorang Anak Diduga Mati akibat Ganja

Peneliti mengakui memang tidak bisa menemukan sumber racunnya, tetapi berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi motivasi bersama untuk melindungi satwa liar dari maraknya ladang ganja di California. Peraturan menajerial juga harus diperketat untuk pemilik ladang.

Sebagai informasi, California merupakan surga bagi petani ladang ganja. 50.000 ladang ganja ada di wilayah ini, dan sayangnya hanya sekitar 16.000 petani yang memiliki keinginan untuk melegalisasi ladangnya, meskipun sudah ada peraturan resmi yang melegalkan ganja untuk diperjualbelikan secara bebas.

Tahun lalu, hampir 90 persen ladang ganja di California berstatus ilegal. Ini menjadikan praktek terkait pembasmian hama seperti tikus dan hewan lainnya menjadi tidak terkontrol, termasuk penggunaan bromadiolone dan brodifacoum untuk membasmi hama seperti tikus yang merupakan mangsa utama burung hantu.

Baca Juga: Warga Tangerang Diduga Terpapar Virus dari Burung Hantu yang Sakit

Desakan peneliti kepada pemerintah daerah California terus bermunculan. Mourad Gabriel, ahli biologi di UCD, menegaskan pemerintah akan kewalahan mengendalikan penggunaan bahan kimia yang merusak satwa liar di wilayah California.

"Bila Anda memiliki ribuan ladang ganja ilegal, dan hanya segelintir ahli biologi yang mengatur dan mengawasi, kami sangat khawatir bahwa tidak akan ada perlindungan memadai bagi satwa. Jika tidak ada yang menyelidiki sejauh mana penggunaan bahan kimia untuk ladang ganja, hutan dan situs hayati akan terancam," kata Mourad Gabriel dikutip dari The-scientist, Senin (15/1/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.